Yamaha dan Toyota Kolabs Kembangkan Mesin Hidrogen

Yamaha dan Toyota kolaborasi mengembangkan mesin hidrogen di masa depan. (Toyota/Yamaha)

TOKYO, AVOLTA – Toyota dan Yamaha menjalin kerjasama dalam proyek pengembangan mesin baru ramah lingkungan berteknologi hidrogen murni. Dua pabrikan mobil dan motor asal Jepang ini, rencananya akan membuat mesin V8 5.0 liter dengan mengonsumsi hidrogen sebagai bahan bakar.

Disitat dari RideApart, Rabu (14/9/2022), Toyota dan unit bisnis terkait otomotif lainnya di Negeri Matahari terbit akan mulai kerja sama meningkatkan variasi pilihan bahan bakar untuk mesin pembakaran internal (ICE).

Sementara itu, President Yamaha Motor, Yoshiro Hidaka mengungkapkan kendaraan bertenaga hidrogen bukanlah hal baru, namun teknologi di sekitarnya terus berkembang pesat. Dengan begitu, pabrikan berlambang garpu tala ini terus berinovasi untuk mencapai netralitas karbon pada 2050.

“Pada saat yang sama, ‘motor’ ada dalam nama perusahaan kami dan karenanya kami memiliki hasrat yang kuat untuk tingkatkan komitmen terhadap mesin pembakaran internal,” ungkap Hidaka.

Pada November 2021, merek mobil dan motor mengumumkan untuk melakukan penelitian bersama tentang strategi potensial memperluas jangkauan sumber bahan bakar untuk kendaraan ICE. Tujuannya, tentu saja mencapai netralitas karbon pada 2050.

Mobil hidrogen Toyota (Carscoops)

Kelima pabrikan tersebut, adalah Toyota, Yamaha, Mazda, Subaru, dan Kawasaki Heavy Industries. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, publik dikejutkan dengan perkenalan mesin hidrogen V8 yang dikembangkan oleh Yamaha untuk Toyota.

Selain itu, teknologi mesin dengan menggunakan hidrogen dari Yamaha dan Toyota juga memperhatikan ruang offroad. Mesin hidrogen Yamaha dan Toyota dapat segera menemukan jalannya di kendaraan rekreasi yang berfokus pada off-road seperti UTV.

Dari industri roda dua, Yamaha dan Kawasaki juga telah bergabung dan telah mengambil langkah terdepan dalam hal pengembangan mesin hidrogen.

Meskipun belum ada detail seputar model kolaboratif antara keduanya secara mendetail, namun raksasa roda dua ini telah menyatakan niatnya untuk ke arah yang lebih ramah lingkungan dan mengadopsi proses manufaktur yang lebih berkelanjutan dalam waktu dekat.

Terakhir, kedua merek juga telah banyak investasi dan penelitan serta pengembangan bahan bakar alternatif seperti hidrogen dan tentu saja kendaraan listrik.

 

CATEGORIES
TAGS