Permintaan Meningkat, Harga Litium Terus Melambung

Desain baterai pada BMW Ix, mobil listrik baru. (BMW)

BEIJING, AVOLTA – Harga litium, sebagai bahan utama pembuatan baterai mobil listrik makin melambung. Berdasarkan data dari Asian Metal Inc, banderol litium karbonat mencapai rekor baru, sekitar 500.500 yuan atau US$71.315 per ton di Cina.

Disitat dari Autoblog, Senin (19/9/2022), harga ini naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan  2021. Kondisi ini tentu saja berdampak dengan kenaikan biaya baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Kenaikan harga litium ini, didorong oleh permintaan yang kuat terkait penjualan kendaraan listrik, serta gangguan di pusat produksi secara domestik.

Asosiasi Mobil Penumpang Cina, telah menaikan perkiraan penjualan kendaraan listrik menuju 6 juta unit tahun ini, atau dua kali lipat dari total 2021. Sementara penggunaan baterai di negara tersebut, juga diperkirakan naik dua kali lipat, menurut sumber dari Bloomberg.

Sementara itu, krisis listrik selama Agustus di Provinsi Sichuan, rumah bagi lebih dari seperlima produksi litium di Cina menyebabkan pemadaman selama dua pekan, dan menghambat pasokan di pasar yang memang sudah tertekan.

“Produksi dan penjualan EV tetap stabil dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Rystad Energy, sebuah perusahaan riset yang menambahkan ada kekhawatiran apakah krisis listrik Cina dapat kembali terjadi pada musim dingin, dan ketika permintaan pemanas listrik (heater) meningkat.

Baterai buatan LG yang digunakan di sebuah mobil – dok.Istimewa via Breaking The News

“Ini dapat menyebabkan kekurangan daya baru, dan memukul operasi litium,” tulisnya lagi, dan mengharapkan harga tetap kuat di sekitar level ini hingga akhir tahun.

Cina sudah mengadakan pertemuan untuk meninjau perkembangan, dan meminta perusahaan kelas atas untuk membantu menstabilkan harga, menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi.

Produsen tidak boleh berkolusi dalam penetapan harga, dan tidak mengutip harga yang jauh menyimpang dari biaya. Sedangkan pemerintah, akan mengambil langkah-langkah untuk mendorong eksporasi, menstabilkan impor, dan mempromosikan daur ulang.

CATEGORIES
TAGS