Kendaraan yang Daftar MyPertamina Tembus 1 Juta Unit

Petugas memeriksa Nosel dan selang Pertalite RON 90 sebelum peluncuran di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7). PT Pertamina (Persero) akan menjual produk bensin baru yakni Pertalite RON 90 pertama kali pada Jumat (24/7) di Jakarta, Bandung, dan Surabaya dengan target penjualan rata-rata pada minggu pertama sebanyak 500.000 liter per hari. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ss/aww/15.
*** Local Caption ***
JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah telah resmi melakukan pendataan terkait kendaraan yang berhak menggunakan bahan bakar minyak (GGM) bersubsidi, Pertalite dan Solar. Sejak dibuka hingga 31 Agustus 2022, jumlah pendaftar pada aplikasi MyPertamina sudah mencapai 1 juta unit kendaraan di seluruh Indonesia.
Melalui Program Subsidi Tepat ini, Pertamina memang memiliki tujuan untuk mendata kendaraan yang menggunakan dua jenis bahan bakar subsidi tersebut.
“Pertamina perlu mendata konsumsi BBM bersubsidi, sehingga penyalurannya bisa lebih termonitor dan mencegah adanya kecurangan atau penyalahgunaan di lapangan,” jelas Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, dalam keterangan resminya, ditulis Sabtu (3/9/2022).
Berdasarkan data yang telah masuk juga, untuk detail penggunaan BBM subsidi, adalah sebesar 70% pengguna Pertalite dan 30% pengguna Solar bersubsidi.

Ilustrasi BBM Pertalite di SPBU Pertamina. (IST)
Selain itu, masih dari data yang sama, pengguna Pertalite yang terdaftar didominasi oleh kendaraan pribadi. Sedangkan untuk Solar subsidi, komposisinya cukup seimbang antara pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan umum.
Meski sudah tercatat sekitar 1 juta kendaraan, namun bagi masyarakat yang merasa berhak untuk mendapatkan BBM bersubsidi segera mendaftarkan kendaraannya. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga juga sedang menguji coba kesiapan verifikasi QR Code di beberapa titik.
“Ini adalah langkah Pemerintah dan Pertamina dalam memastikan subsidi BBM menjadi lebih tepat sasaran, sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat yang memang berhak menikmati subsidi BBM,” pungkas Irto.
