Akibat Curang, Hino Diganjar Hukuman Pemerintah Jepang

JAKARTA, AVOLTA – Hino mendapatkan hukuman dari pemerintah Jepang, akibat kecurangan data uji emisi yang dilakukan selama 20 tahun. Selain diperintahkan untuk memperbaiki internal, anak perusahaan dari Toyota itu juga wajib lapor.
Menteri Transportasi Jepang Tetsuo Saito mengatakan, pelanggaran Hino sangat berbahaya dan kini wajib lapor per bulan soal langkah-langkah pencegahan agar kecurangan tak diulangi lagi.
Saat ini Hino menghentikan semua produksi truk di Jepang.
Menurut Tetsuo, jika tidak dihukum seperti itu maka dikhawatirkan Hino akan melakukan kecurangan lagi yang tentunya sangat membahayakan bagi banyak orang.
Perlu diketahui, Hino mengakui telah memalsukan data emisi dan performa efisiensi bahan bakar. Kemudian pada Agustus 2022 perusahaan menjelaskan kecurangan itu sudah dilakukan nyaris 20 tahun, jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Pengakuan yang kedua itu membuat Kementerian Transportasi Jepang melakukan sidak ke kantor pusat Hino. Alhasil langsung mendapatkan hukuman sampai sekarang yang tidak diperbolehkan lagi memproduksi kendaraan sampai batas waktu tertentu.
Kecurangan ini melibatkan 567.000 unit kendaraan dan 26 mesin produksi Hino yang telah dijual ke pasaran.
