Pada 2027 Cas Baterai Mobil Listrik Cuma Butuh 10 Menit

JAKARTA, AVOLTA – Kendaraan listrik merupakan masa depan industri otomotif. Mulai sekarang para produsen sudah mempersiapkan membangun pabrik hingga memproduksi baterai, mobil dan sepeda motor listrik.
Ekosistem pun ke depan dipercaya akan jauh lebih baik dari sekarang, karena populasi juga akan terus meningkat setiap tahunnya. Sebagai contoh analisa dari seorang peneliti dalam pertemuan American Chemical Society, Eric Dufek.
Menurut dia pada tahun 2027, pengisian daya alias cas baterai untuk mobil listrik hanya butuh waktu 10 menit hingga terisi 90 %. Bahkan, pengembangan lebih lanjut akan semakin mirip seperti isi BBM di SPBU.
“Pengisian cepat adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan adopsi kendaraan listrik secara keseluruhan,” ungkap Dufek, seperti dilansir Carscoops, Rabu (31/8/2022).
Dufek mengatakan, bahwa sebenarnya berdasarkan hasil penelitian baterai lithium-ion pada mobil listrik berpotensi rusak dan mengurangi masa pakai baterai jika diisi terlalu cepat.
Namun dengan berbagai teknik pembelajaran mesin, para peneliti mempelajari terkait usia baterai saat mengisi daya dengan kecepatan tinggi dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan waktu pengisian daya dengan aman.
Dengan mempelajari hasil hingga 30.000 titik data, para peneliti tersebut sukses membuat protokol pengisian daya yang memungkinkan menggunakan charger ultra fast tanpa merusak baterai itu sendiri. Kelemahannya adalah teknologi tersebut baru akan tersedia secara umum sekitar 5 tahun lagi.
Bukan hanya itu, para peneliti percaya bahwa baterai yang bisa diisi dengan cepat tidak hanya membantu mengurangi waktu pengsian, tetapi juga akan membuat mobil listrik lebih murah dan efisien.
Selain itu, masalah bobot mobil listrik akibat berat baterai bisa dikurangi sehingga bisa menambah tenaga dari mobil itu sendiri.
