Indonesia Menuju Produksi 600 Ribu Mobil Listrik pada 2030

Toyota menyiapkan kendaraan listrik, mulai dari BEV dan PHEV di Danau Toba. (TAM)

JAKARTA, AVOLTA – Industri kendaraan listrik di Indonesia terus didorong oleh pemerintah, melalui regulasi, insentif, serta infrastruktur pendukung. Begitu juga dengan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, yang seperti menjadi wadah edukasi dan juga cerminan perkembangan mobil emisi rendah di Tanah Air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sudah saatnya industri otomotif secara menyeluruh bergerak untuk membawa teknologi terbaru yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan untuk masa depan yang lebih baik.

“Dalam beberapa hari ini kita sudah melihat bagaimana antusias orang-orang terhadap kendaraan listrik. Dari situ saya anggap electric mobility bukan sekadar memproduksi kendaraan listrik, industri otomotif dan kelistrikan saja. Tapi juga membawa gambaran yang lebih komprehensif bagaimana teknologi yang lebih ramah lingkungan yang seharusnya,” ujar Agus, saat memberikan sambutan di The 16th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), kamis (19/8/2022).

Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)

Agus juga menegaskan, bahwa Indonesia akan mulai memproduksi mobil listrik dengan jumlah 600 ribu unit mobil listrik, truk listrik dan bus listrik pada 2030. Sementara untuk kategori kendaraan roda dua sebanyak 3 juta unit.

“Sebagai catatan, sekarang ada 4 produsen bus listrik di Indonesia, kemudian 3 produsen mobil listrik dan 31 produsen motor listrik yang punya fasilitas produksi di Indonesia,” tegas Agus.

Sementara itu, Agus mengatakan, transfer teknologi adalah kata kunci dari peralihan ini (konvensional ke listrik).

“Bukan hanya teknologi baterai saja, namun semua hal yang berkaitan dengan kendaraan listrik. Mesin penggerak, baterai dan komponen yang bersentuhan langsung dengan lingkup kendaraan listrik ini harus dijaga,” pungkasnya.

Selain itu, Agus juga menyinggung soal pemanfaatan industri menengah dan kecil untuk memproduksi ragam komponen yang bisa mulai diproduksi untuk semua kendaraan listrik. Sehingga semua pihak benar-benar saling bahu-membahu dalam hal percepatan kendaraan listrik di Indonesia.

CATEGORIES
TAGS