AISI Skeptis pada Insentif Motor Listrik

JAKARTA, AVOLTA –ntah be Pemerirencana untuk memberikan insentif pembelian kendaraan elektrik, termasuk untuk motor listrik dan juga konversi. Besarannya, memang belum diputuskan, tapi sepertinya akan berada di kisaran Rp 8 juta dan Rp 5 juta masing-masing.

Menanggapi wacana pemberian insentif tersebut, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menangggapi skeptis strategi ini, sekaligus menyatakan tidak serta-merta subsidi yang diberikan bisa meningkatkan penjualan sepeda motor listrik.

“Tergantung subsidinya seberapa besar ya,” ujar Ketua Bidang Komersial AISI, SIgit Kumala, disitat dari Bisnis.com, Sabtu (24/12/2022).

Selain subsidi, kata Sigit, ada faktor penentu lainnya yang dapat mendongkrak penjualan motor listrik. Salah satunya, adalah ketersedian infrastruktur Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Baterai motor listrik Honda pada motor listrik Benly. (Honda)

Sebagaimana diketahui, sebagian besar motor listrik yang dijual di Indonesia menggunakan sistem penukaran baterai atau battery swap. Menurutnya pemerintah perlu memperhatikan faktor kenyamanan konsumen pengguna motor listrik.

“Faktor kenyamanan buat konsumen juga menjadi penentu ya, seperti ketersediaan infrastruktur (SPBKLU),” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, hingga November 2022 fasilitas pendukung untuk sistem penukaran baterai motor listrik baru ada 961 unit di 961 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jadi, setiap lokasi hanya memiliki satu SKBKLU.

AISI juga mengungkapkan, penjualan motor listrik di Indonesia hingga kuartal III/2022 sekitar 28 ribu unit.

CATEGORIES
TAGS