Penjualan Anjlok, Jeep Bangkrut di Cina

JAKARTA,  AVOLTA – Perusahaan patungan Stellantis dan Guangzhou Automobile Group (GAC) yang memproduksi Jeep di Cina bakal mengajukan kebangkrutan. Keputusan tersebut, disebabkan oleh penurunan penjualan yang cukup besar di Negeri Tirai Bambu.

Disitat dari Reuters, Rabu (2/11/2022), langkah mengajukan kebangkrutan ini dilakukan setelah keputusan Stellantis pada Juli lalu untuk mengakhir kemitraan bersama GAC.

Sementara itu, GAC sendiri terkejut dengan keputusan Stellantis itu. Strategi selanjutnya, Stellantis akan mengejar model bisnis berbasis impor di Tiongkok. Selain itu, tidak ada dampak jangka panjang yang besar dari pemutusan hubungan.

CEO Stellantis Carlos Tavarez mengatakan, langkah serupa bisa diikuti dengan Peugeot dan Citroen, merek lain yang dijual Stellantis di Cina, yang berarti dapat menarik diri sepenuhnya dari manufaktur negara tersebut.

Jeep Wrangler 2022. (Jeep)

Untuk diketahui, penjualan Jeep terus mengalami penurunan dalam 4 tahun terakhir. Penjualan pada 2021 saja, turun 50% dibanding tahun sebelumnya, yang menjadi 20.396 unit.

Tahun ini, GAC hanya menjual kurang dari 2.000 unit dan pada Mei dilaporkan hanya menjual satu unit mobil.

“Tidak ada perusahaan mobil global yang mampu untuk tidak berada di pasar mobil terbesar di dunia,” kata Tavares pada akhir 2020, tepat sebelum menyelesaikan merjer antara Fiat Chrysler dan PSA menjadi Stellantis,” ujar CEO Stellantis Carlos Tavarez.

CATEGORIES
TAGS