Fortuner Dituduh Curang, Toyota Digugat Konsumen Australia

Toyota digugat konsumen di Australia (https://www.drive.com.au/)
SYDNEY, AVOLTA – Toyota mendapatkan gugatan dari konsumen di Australia, karena menyesatkan pelanggan dengan menjual sekitar setengah juta kendaraan diesel dengan perangkat kecurangan emisi. Disebutkan, ada sekitar 500 ribu unit yang mengalami hasil emisi yang berbeda-beda di Negeri Kanguru.
Dilansir Drive.com.au, Rabu (19/10/2022), dalam laporan class action itu, ada beberapa model yang terindikasi dimanipulasi seperti Land Cruiser Prado, Land Cruiser 70 Series, Land Cruiser 200 Series, Land Cruiser 300 Series, HiAce, Granvia, termasuk Fortuner, dan HiLux.
Model lain yang tidak lagi dijual, seperti diesel RAV4 yang juga terdaftar dalam tindakan hukum.
Sementara itu, kendaraan bertenaga bensin tidak terpengaruh oleh klaim tersebut, namun tindakan tersebut mencakup semua kendaraan diesel Toyota yang dijual sejak awal 2016, ketika undang-undang pembatasan berakhir.
“Toyota Australia mempertahankan standar pelaporan, pemantauan, dan evaluasinya terkait dengan emisi untuk semua kendaraan,” ujar pihak perusahaan itu dalam sebuah pernyataan tertulis.

Toyota digugat konsumen di Australia (https://www.drive.com.au/)
Selain itu, tidak hanya masalah hasil emisi mesin diesel yang dianggap dipalsukan. Namun, sejalan dengan class action hukum tersebut, ada pula tuduhan baru di mana Pengadilan Federal menemukan lebih dari 250 ribu unit kendaraan diesel Toyota yang dilengkapi dengan Diesel Particulate Filter (DPF) mengalami hal yang tidak sesuai dengan klaim pabrikan.
“Ini adalah klaim terpisah dan tidak mencakup penggunaan perangkat kekalahan Toyota,” kata Pengacara Madden dalam sebuah pernyataan.
Atas penggunaan komponen yang salah ini, membuat mobil Toyota cepat rusak dan hal tersebut diklaim menyesatkan pelanggan di bawah Undang-Undang Konsumen Australia karena dengan sengaja melaporkan tingkat emisi berbahaya yang dihasilkan dari kendaraannya.
Untuk diketahui, jika mengingat kasus Volkswagen Group, pabrikan asal Jerman tersebut kedapatan memiliki software jahat yang direkayasa ke dalam mobil Audi, Porsche dan Volkswagen dengan tujuan untuk menipu pengujian emisi dalam lingkungan laboratorium.
