Krisis Cip Sudah Aman, Produksi Motor Normal

Proses produksi salah satu skutik andalan, Honda BeAT. (AHM)

JAKARTA, AVOLTA – Krisis cip semikonduktor masih menjadi masalah yang cukup pelik bagi industri otomotif, baik di Indonesia ataupun secara global. Bahkan, di tengah permintaan yang cukup tinggi, suplai atau pengiriman kendaraan masih terganggu dan menyebabkan inden atau waktu tunggu yang cukup panjang.

Namun, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Johannes Loman mengklaim, krisis cip semikonduktor ini sudah bisa diatasi oleh para anggota.

“Saya kira permasalah cip sudah bisa diatasi oleh member kita. kalau kita lihat sejak Agustus, total marketnya kan sekitar 500 ribu-an dan September juga, mungkin yang September belum di-announce ya sudah 500 ribu. Menurut saya sih harusnya selesai,” ujar Loman, saat ditemui di sela-sela konferensi pers IMOS 2022, di Jakarta, belum lama ini.

Pameran sepeda motor (Kompas.com)

Loman melanjutkan, meskipun krisis cip semikonduktor diklaim sudah bisa teratasi, namun pria yang juga menjabat sebagai Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) tidak menampik masih ada antrean pemesanan sepeda motor alias inden yang panjang.

“Gini, kalau tipe tertentu yang memang jumlahnya tidak banyak, misalnya 1000 cc. 750 cc itu kan kemungkinan-kemungkinan inden pasti ada,” tegasnya.

Kemudian, Loman juga tidak bisa memastikan, dengan sudah mengklaim krisis cip semikonduktor teratasi, tidak ada inden yang panjang untuk pembelian motor tahun depan. Pasalnya, ia menjelaskan krisis ini juga harus dilihat dari kondisi secara global, karena masalah ini tidak hanya terjadi di Indonesia.

“Kalau di atas kertas sih kita normal ya, tapi itu kan tergantung kondisi dunia, bukan hanya Indonesia. Ya, mudah-mudahan aman sih semuanya,” pungkasnya.

CATEGORIES
TAGS