Selain Australia, Gaikindo Bicara Ekspor ke Negara Lain

Toyota Fortuner jadi salah satu model andalan ekspor buatan Indonesia ke mancanegara. (TMMIN)

JAKARTA, AVOLTA – Demi mencapat target 1 juta unit pada tahun 2025, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) telah menyiapkan strategi baru, yaitu sedang mempelajari negara tujuan baru untuk ekspor mobil rakitan Indonesia.

Menurut Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, perjanjian dagang baru ini sebenarnya mirip dengan skema perjanjian bilateral antara Indonesia dengan Australia yang telah diresmikan sejak 2020.

Bahkan, untuk melancarkan strateginya, Gaikindo juga akan meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia.

Perjanjian dengan Australia, kata Nangoi dikenal sebagai IA-CEPA atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement. Tentunya, keuntungan bagi industri otomotif dalam negeri dari perjanjian ini, yaitu dibukanya ekspor mobil CBU pertama dari Indonesia ke Australia melalui Toyota Fortuner.

“Kami akan mengembangkan perjanjian-perjanjian dagang dengan negara lain yang belum punya perjanjian dagang dengan kita. Seperti kemarin kan Australia,” ungkap Nangoi belum lama ini di kawasan BSC City, Tangerang.

Namun, negara mana yang sedang dipelajari Nangoi masih belum mengungkapkan secara lengkap. Hanya saja, kata dia akan berkomunikasi dengan para produsen otomotif agar mau ikut serta menyumbang ekspor mobil.

“Gaikindo juga akan menggalakkan insentif sebagai dukungan agar pasar mobil yang sedang berkembang,” tutur Nangoi.

CATEGORIES
TAGS