Suzuki Siap Tampung Limbah Baterai Lithium Ertiga Hybrid

Teknologi Smart Hybrid mulai disematkan pada Ertiga, menjadikannya mobil hybrid termurah di pasar. (Maruti Suzuki)
JAKARTA, AVOLTA – Fokus Suzuki bukan hanya menjual Ertiga hybrid saja, tetapi meningkatkan layanan purna jual. Termasuk menggandeng perusahaan untuk mengelola limbah baterai lithium-ion Ertiga berteknologi hibrida.
Dalam pengolahan limbah baterai lithium Ertiga Hybrid tersebut Suzuki menggandeng perusahaan pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun).
“Semua unit baterai bekas di dealer secara nasional wajib dikirim ke kami di Jakarta. Kami sudah bekerja sama dengan pihak ketiga yang sudah tersertifikasi yang bisa membawa, mengolah, dan memanfaatkan limbah baterai ini,” ungkap Section Head of 4W Technical Service PT SIS Adhi Prasojo di lantai pameran GIIAS 2022.
Dalam memilih perusahaan ini diklaim tidak sembarangan, syarat utama harus terdaftar dan mendapatkan izin resmi dari kementerian terkait dalam pengolahan limbah B3.
“Perusahaan ini bisa membawa, mengolah, dan memanfaatkan limbah ini. Kami ikuti dari regulasi pemerintah,” tutur Adhi.
Pengolahan limbah B3 tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pada Pasal 1 Ayat 90 disebutkan pengolahan limbah B3 adalah proses mengurangi dan/atau menghilangkan sifat bahaya dan/atau sifat racun.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Emisi Daur Ulang Baterai Lithium Pasal 2 Ayat 1 menyebutkan bahwa setiap penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan daur ulang Baterai Lithium wajib memenuhi Baku Mutu Emisi pada seluruh sumber emisi dari proses produksi.
