SHENZHEN, AVOLTA – BYD mulai membuka detail mengenai Seagull atau di Indonesia disebut Atto 1 generasi kedua. Kali ini, perusahaan memperlihatkan sketsa desain resmi yang menunjukkan perubahan cukup signifikan dibandingkan model saat ini.
Sketsa tersebut dibagikan Zhang Zhuo, General Manager BYD Ocean Series Sales Division, melalui media sosial. Model baru ini sebelumnya disebut sebagai “Great Seagull” atau Da Haiou, tetapi BYD kini menyebutnya sebagai Seagull generasi kedua. Demikian melansir CarnewsChina, Jumat (25/9/2026).
Secara desain tampil lebih agresif. Bagian depan menggunakan lampu berbentuk trisula yang menjadi salah satu ciri paling mencolok. Kap mesin juga memiliki garis yang lebih tegas, sementara bagian bawah bumper dibuat dengan detail yang memberikan kesan lebih sporty.
Siluet samping turut berubah. Garis kaca dibuat lebih rendah dan garis bodi mengarah naik ke bagian belakang. Pilar B dan C berwarna gelap menciptakan kesan atap melayang, sementara desain fender dan rumah roda dibuat lebih berisi.
Bagian belakang, BYD meninggalkan desain lampu belakang yang menyatu seperti model sebelumnya. Sebagai gantinya, lampu dibuat lebih tipis dengan bentuk yang lebih tegas.
Perubahan paling besar justru terjadi pada dimensi. Berdasarkan dokumen regulasi Cina, Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan wheelbase 2.650 mm.
Dengan panjang tersebut, Seagull terbaru bertambah 425 mm dibandingkan generasi sebelumnya. Jarak sumbu rodanya juga bertambah 150 mm. Ukurannya kini semakin mendekati BYD Dolphin yang berada satu tingkat di atasnya.
Sektor performa, dibekali motor listrik permanen magnet dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 HP. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan model sebelumnya yang menggunakan motor 55 kW atau sekitar 75 HP. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km per jam.
Motor listrik tersebut dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) buatan FinDreams, anak perusahaan BYD. Tersedia dua pilihan kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Klaim jarak tempuhnya berada di kisaran 320 km hingga 420 km berdasarkan standar CLTC, tergantung kapasitas baterai yang digunakan.







