NEW DELHI, AVOLTA – Maruti Suzuki mengambil langkah baru dalam pengembangan kendaraan berbahan bakar alternatif dengan memperkenalkan Wagon R Flex Fuel.
Melansir Rushlane, Sabtu (6/6/2026) mobil ini menjadi kendaraan penumpang pertama di India yang dirancang untuk menggunakan bahan bakar E85, yaitu campuran bensin dengan kandungan etanol hingga 85%.
Kehadiran model tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah India mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah sekaligus mendorong penggunaan energi terbarukan di sektor transportasi.
Teknologi flex fuel memungkinkan kendaraan secara otomatis menyesuaikan proses pembakaran berdasarkan kadar etanol yang terdapat di dalam tangki. Dengan demikian, pemilik mobil dapat menggunakan berbagai jenis campuran bahan bakar sesuai ketersediaan di stasiun pengisian tanpa perlu khawatir terhadap performa maupun keandalan mesin.
Peluncuran Wagon R Flex Fuel juga sejalan dengan program pemerintah India yang tengah memperluas penggunaan etanol sebagai bahan bakar kendaraan. Setelah berhasil menerapkan bensin E20 secara nasional, pemerintah kini mulai menyiapkan infrastruktur untuk distribusi bahan bakar dengan kadar etanol yang lebih tinggi.
Bahkan, sekitar 500 stasiun pengisian etanol ditargetkan beroperasi sebelum akhir 2026 dan jumlahnya akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Maruti Suzuki menilai kendaraan flex fuel dapat menjadi solusi transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan listrik.
Selain membantu menekan emisi karbon, penggunaan etanol juga dinilai mampu meningkatkan ketahanan energi nasional, karena bahan baku etanol dapat diproduksi dari hasil pertanian domestik seperti tebu dan jagung.
Kehadiran Wagon R Flex Fuel menunjukkan bahwa industri otomotif India mulai mengeksplorasi berbagai jalur elektrifikasi dan energi alternatif secara bersamaan.
Secara tampilan, model ini tidak jauh berbeda dari Wagon R yang sudah beredar. Perubahan terbesar justru berada di balik kap mesin.
Maruti Suzuki melakukan sejumlah penyesuaian pada sistem bahan bakar, komponen mesin, hingga pengaturan elektronik agar kendaraan mampu beroperasi dengan berbagai campuran etanol, mulai dari bensin biasa hingga E85 tanpa memerlukan modifikasi tambahan dari pengguna.



