Toyota Jadi Merek Pertama dengan 80% TKDN Baterai

Toyota Kijang Innova Zenix berteknologi hybrid, produksi Karawang. (TMMIN)
JAKARTA, AVOLT- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL). Kolaborasi ini, untuk membuat baterai mobil hybrid untuk merek asal Jepang tersebut.
Dalam kerja sama tersebut, raksasa Negeri Matahari Terbit ini menggelontorkan investasi sebesar Rp 1,3 triliin. Dana tersebut, akan dibuat untuk membeli peralatan, dan lainnya untuk bisa dilakukan produksi cell dan modul baterai untuk merek Toyota.
“Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” jelas Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, dalam siaran pers, Selasa (21/4/2026).
Saat ini, komponen sel baterai dan modul baterai untuk Toyota memang masih diimpor, dan nantinya akan dibuat oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Kemitraan ini tidak hanya akan memperbesar investasi, tetapi juga mendukung inisiatif multipathway Toyota menuju netralitas karbon melalui penguatan rantai pasok lokal,” tegasnya.

Dengan investasi ini, maka tingkat kandungan lokal nasional (TKDN) produksi baterai di pabrik Karawang, naik signifikan dari 8% menjadi 80%.
Sementara itu, melalui peningkatan kandungan lokal baterai dengan pendalaman lokalisasi sel dan modul baterai di dalam negeri, dapat mengembangkan kemampuan SDM, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat industri otomotif, dan mendukung upaya Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi serta komponen utamanya untuk pasar global.
Pendekatan komprehensif ini menjadi langkah penting bagi TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara, yang akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai pada paruh ke-2 2026.
