Pasar Domestik Lesu, Ekspor Mobil Tiongkok Moncer

Ekspor mobil jadi salah satu komoditi Cina. (Chinadaily)

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil Tiongkok ke luar negeri, alias ekspor melonjak tajam pada Maret 2026. Pencapaian ini, seiring dengan agresifnya berbagai produsen otomotif Negeri Tirai Bambu ke pasar global, dan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik.

Berdasarkan data dari China Associationof Automobile Manufacturers, yang dikutip dari AP, ekspor mobil penumpang asal Cina naik 82,4% secara tahunan, menjadi sekitar 748 ribu unit. Sedangkan pada Februari 2026, ekspor hanya sekitar 586 ribu unit.

Secara detail, kinerja ekspor kendaraan energi baru (NEV) tumbuh lebih tinggi. Pada Maret 2026, ekspor NEV melonjak lebih dari 140%, dibandingkan tahun lalu menjadi 363 ribu unit, atau naik 31% dibandingkan Februari 2026.

Pabrikan besar, seperti BYD menyumbang sekitar sepertiga dari total ekspor. Sedangkan Geely dan Chery, menyusul di posisi kedua dan ketiga.

Sementara itu, lonjakan ekspor dipicu karena kenaikan harga bahan bakar membuat konsumen di sejumlah negara untuk melirik mobil listrik dan hybrid.

“Dampak konflik Iran belum sepenuhnya tecermin dalam data Maret 2026, tetapi dapat menjadi pemicu perubahan,” ujar Analis dari Omdia, Chris Liu.

“Di banyak pasar yang sebenarnya cocok untuk kendaraan listrik, adopsinya lambat karena konsumen belum merasa mendesak. Kenaikan tajam harga bahan bakar akan mengubah hal itu,” tutupnya.

CATEGORIES
TAGS