Strategi Efisiensi BYD: Pangkas 100 Ribu Karyawan pada 2025

A BYD vehicle in a showroom in Makati City, Philippines on March 12.
JAKARTA, AVOLTA – BYD melakukan langkah besar, dengan memangkas sekitar 100.000 karyawan sepanjang 2025. Jumlah tenaga kerja perusahaan kini turun menjadi sekitar 870.000 orang, atau berkurang sekitar 10% dari sebelumnya.
Disitat dari Carnewschina, langkah efisiensi tersebut mencerminkan perubahan arah persaingan industri kendaraan listrik global. Jika sebelumnya fokus kepada ekspansi dan volume produksi, dan kini para pemain besar mulai mengalihkan perhatian ke efisiensi biaya dan optimalisasi kinerja.
BYD pun menilai bahwa penguatan struktur internal menjadi kunci menghadapi fase baru kompetisi di pasar kendaraan listrik.
Menariknya, pemangkasan tenaga kerja ini terjadi saat kinerja bisnis BYD justru mencatatkan rekor. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar 8.039,6 miliar yuan atau sekitar Rp 17.500 triliun.
Selain itu, total pengiriman kendaraan mencapai 4,6 juta unit, dengan ekspor menembus 1,05 juta unit untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.
Namun di balik lonjakan pendapatan tersebut, laba bersih BYD justru mengalami penurunan. Perusahaan mencatat keuntungan sebesar 326,2 miliar yuan atau sekitar Rp 710 triliun, turun sekitar 19 % dibandingkan tahun sebelumnya. Tekanan harga di pasar domestik Cina serta investasi besar dalam teknologi kendaraan listrik, dan baterai menjadi faktor utama penyebab penurunan tersebut.
