
JAKARTA, AVOLTA – BYD tengan menyiapkan pembaharuan signifikan untuk SUV listrik kompaknya, Atto 3. Bocoran versi anyar dari model yang di pasar Cina, dikenal sebagai Yuan Plus ini baru muncul dalam dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina (MIIT).
Disitat dari Carnewschina, BYD Atto 3 baru ini, akan mendapatkan ubahan penting, mulai dari dimensi yang lebih besar, hingga kemungkinan penggunaan platform penggerak roda belakang.
Secara desain, BYD Atto 3 masih memiliki tampilan yang mirip model sebelumnya dengan grille bergaya trapesium besar, lampu depan dengan aksen gelap, serta pilar D berwarna hitam yang menajdi ciri khas. Namun, terdapat sentuhan baru, seperti penggunaan pelek 18 inci, dengan desain yang berbeda sehingga memberikan kesan lebih sporty.
Dimensinya, panjang 4.455 mm, lebar 1.875 mm, tinggi 1.615 mm, dan jarak sumbu roda 2.720 mm. Meski ukuran bodi tidak berubah signifikan, bobot kendaraan meningkat menjadi sekitar 1.880 kg. Peningkatan ini diduga berkaitan dengan penggunaan baterai yang lebih besar dibandingkan model sebelumnya.
Salah satu peningkatan paling mencolok ada di sektor performa. SUV listrik ini dibekali motor listrik permanent magnet tipe TZ200XYC, yang mampu menghasilkan tenaga puncak 230 kW atau setara sekitar 308 tk. Angka tersebut sekitar 107 tk lebih besar, dibandingkan versi sebelumnya, sehingga memberikan peningkatan performa yang cukup signifikan.
Motor listrik tersebut diketahui juga digunakan untuk model lain seperti sedan listrik BYD Seal dan crossover Denza N7. Kehadiran komponen serupa membuka kemungkinan bahwa Atto 3 terbaru akan mengadopsi sistem kelistrikan 800 volt, yang memungkinkan kemampuan pengisian cepat DC hingga sekitar 150 kW, hampir dua kali lipat dibandingkan model saat ini.
Meski berbagai spesifikasi mulai terungkap melalui dokumen regulator, BYD belum mengumumkan secara resmi jadwal peluncuran model terbaru ini.


