Home Cerita Trio Jerman Banting Harga di Cina Tertekan EV Lokal

Trio Jerman Banting Harga di Cina Tertekan EV Lokal

4
0

SHANGHAI, AVOLTA – Pasar mobil mewah di Cina sedang mengalami perubahan besar. Pada awal 2026, tiga merek premium asal Jerman, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi, mengambil langkah tidak biasa dengan menurunkan harga jual ritel resmi puluhan model sekaligus.

Strategi ini muncul di tengah penurunan penjualan yang terus berlangsung dan serbuan mobil premium buatan lokal yang makin agresif, terutama SUV dan EV dari pabrikan Tiongkok. Demikian dikutip CarnewsChina, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan data 2025 menunjukkan tren penjualan yang melemah untuk trio merek ini di pasar Tiongkok. BMW mencatat penurunan pengiriman sekitar 12,5%, Mercedes-Benz anjlok sekitar 19%, dan Audi turun sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara total, gabungan penjualan mereka turun sekitar 260.000 unit, sebuah tanda bahwa dominasi ketiga merek asal Jerman itu di pasar mewah kini tidak sebesar dulu.

Sebagai respons, BMW Cina memotong harga lebih dari 30 model, dengan beberapa potongan mencapai lebih dari 10%, bahkan ada penurunan hingga sekitar 300.000 yuan. Salah satu contoh iX1 eDrive25L yang dipangkas dari sekitar 299.900 yuan, berkurang 71.900 yuan (Rp 175,3 juta) menjadi 228.000 yuan.

Mercedes-Benz pun mengikuti langkah serupa dengan memangkas harga beberapa model inti seperti C-Class dan GLC, dengan pengurangan ratusan ribu yuan. Audi juga menyesuaikan harga pada lini produknya, mencerminkan tekanan yang sama di segmen mobil mewah.

Penurunan harga ini bukan semata soal diskon sesaat, tetapi menunjukkan perubahan strategi besar dari merek-merek mewah global yang selama ini mengandalkan merek premium mereka.

Persaingan ketat dari mobil listrik dan SUV lokal yang menawarkan fitur modern plus teknologi terkini dengan harga lebih kompetitif membuat konsumen semakin berpikir ulang sebelum membeli model Eropa tradisional.

Fenomena ini menandai titik balik penting di pasar otomotif terbesar dunia. Prestige dan nama besar merek saja tidak lagi cukup tanpa penyesuaian harga, teknologi, dan strategi pemasaran yang bisa bersaing dengan produk domestik.

Langkah penurunan harga oleh BMW, Mercedes-Benz, dan Audi menunjukkan bahwa mereka kini lebih agresif untuk mempertahankan pangsa pasar lokal, sekaligus mengakui bahwa keadaan di Cina telah berubah drastis.