Skema Insentif Otomotif Cina 2026: Mobil Murah Dapat Lebih Kecil

Ilustrasi produksi mobil listrik di Cina. (BBC)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Cina telah mengubah program subsidi kendaraan baru untuk 2026. Kebijakan tersebut, mengganti skema insentif tetap, menjadi persentase harga baru, dan tetap memasang batas maksimum nilai subsidi yang bisa diterima pembeli.

Disitat dari Carnewschina, dalam struktur baru ini, konsumen yang membuang atau memusnahkan kendaraan lama untuk membeli mobil baru akan menerima subsidi sebesar persentase dari Harga mobil baru yang dibelinya.

Contoh, jika membeli kendaraan energi baru (NEV), konsumen bisa memperoleh subsidi sebesar 12% dari harga mobil, dengan batas maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).

Sementara itu, pembelian mobil dengan mesin bensin 2.0 liter atau lebih kecil bisa mendapatkan subsidi 10% hingga maksimal 15.000 yuan sekitar Rp 35,7 juta. Bagi yang melakukan tukar tambah mobil bekas, subsidi untuk NEV adalah 8% hingga maksimal 15.000 yuan, dan 6% hingga maksimal 13.000 yuan sekitar Rp31 juta untuk mobil bensin kecil.

Selain itu, program subsidi ini menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar konsumen berhak menerima insentif. Kendaraan yang ingin dibuang atau ditukar harus terdaftar atas nama pembeli sebelum 8 Januari 2025, serta sejumlah persyaratan lain terkait pendaftaran dan faktur penjualan mobil baru yang biasanya harus berada dalam provinsi yang sama.

CATEGORIES
TAGS