Harga Baterai Cina Naik: Produsen EV Menumpuk Pasokan

SHANGHAI, AVOLTA – Kenaikan harga bahan baku baterai lithium kembali terjadi di Cina dan mulai memberi sinyal tekanan baru bagi industri kendaraan listrik.
Sejumlah pemasok material baterai mengumumkan penyesuaian harga, seiring meningkatnya biaya bahan baku di sektor hulu serta lonjakan permintaan global yang didorong percepatan transisi energi.
Mengutip CarnewsChina, Rabu (17/12/2025) salah satu pemasok utama, Hunan Yuneng New Energy, mengatakan bakal menaikkan biaya pemrosesan seluruh produk lithium besi fosfat (LFP) mulai 1 Januari 2026.
Pemasok katoda yang menjadi mitra perusahaan besar seperti CATL dan BYD ini menetapkan kenaikan sebesar 3.000 yuan atau sekitar 425 dolar AS per ton, di luar pajak.
Perusahaan juga menegaskan bahwa kebijakan harga tersebut masih bersifat dinamis. Jika terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar atau lonjakan harga bahan baku, penyesuaian lanjutan akan dilakukan melalui mekanisme negosiasi ulang dengan pelanggan.
Tekanan biaya tidak hanya dirasakan di sektor material katoda. Produsen baterai lithium Dejia Energy turut mengumumkan kenaikan harga jual produk baterainya.
Terhitung 16 Desember 2025, harga baterai naik sekitar 15% dari daftar harga saat ini, menyusul peningkatan tajam pada biaya bahan baku utama.
Data dari OFweek memperlihatkan lonjakan harga yang cukup ekstrem pada sejumlah material kunci. Harga litium heksafluorofosfat, yang berfungsi sebagai garam penghantar dalam elektrolit cair baterai lithium-ion, melonjak 118% hanya dalam dua bulan, dari sebelumnya 55.000 yuan per ton, kini angkanya mencapai sekitar 120.000 yuan per ton.
Kondisi serupa terjadi pada litium kobalt oksida yang digunakan sebagai material katoda. Sepanjang 2025, harga bahan ini melesat dari 140.000 yuan per ton di awal tahun menjadi sekitar 350.000 yuan per ton pada November. Kenaikan tersebut setara dengan lebih dari 150 persen.
Sementara itu, harga litium karbonat kelas baterai juga terus merangkak naik. Saat ini nilainya telah menembus 94.000 yuan per ton, dengan laju kenaikan bulanan mencapai lebih dari 16 persen pada November 2025.
Analis memperkirakan, setiap kenaikan harga bahan baku sebesar 10.000 yuan per ton akan mendorong biaya material katoda lithium besi fosfat naik sekitar 2.300 hingga 2.500 yuan. Padahal, baterai LFP saat ini mendominasi pasar baterai daya Cina dengan pangsa mencapai 81,5% dari total kapasitas terpasang.
