GAC Masuk Jepang 2026: Andalkan Aion UT dan Aion V

TOKYO, AVOLTA – Produsen otomotif asal Cina, mulai mencoba peruntungan di Jepang. Setelah BYD dan Geely, kini merek Guangzhou Automobile Group (GAC) berencana masuk ke pasar kendaraan listrik di Negeri Sakura itu pada musim panas 2026.
Melansir laporan Nikkei, Sabtu (13/12/2025), GAC akan membawa merek Aion melalui jaringan diler lokal dengan target awal sekitar 200 unit pada tahun pertama, sebelum dinaikkan menjadi 2.000 unit pada 2027.
Operasional penjualan di Jepang akan dikelola oleh M Mobility Japan yang berkantor di Nakano, Tokyo. Dua model menjadi andalan awal, yaitu Aion UT, hatchback kompak yang dibanderol mulai 3,3 juta yen atau sekitar Rp352 jutaan, serta SUV Aion V yang dipasarkan mulai 5 juta yen atau Rp534 jutaan.
Kedua model tersebut sudah kompatibel dengan standar pengisian cepat CHAdeMO yang masih banyak digunakan di Jepang. Pada fase pertama, GAC akan memfokuskan penjualan untuk pelanggan korporat, terutama perusahaan yang membutuhkan kendaraan operasional dalam jumlah besar.
Kehadiran Aion diyakini akan menambah ketat persaingan dan menjadi ujian penting bagi daya tarik merek-merek Tiongkok di salah satu pasar otomotif paling konservatif dan penuh tantangan di dunia.
Meski pasar EV Jepang masih relatif kecil, segmen korporat dianggap cukup menjanjikan.
Persaingan di Jepang kian menarik seiring kehadiran produsen China lain seperti Zeekr milik Geely. BYD, yang telah hadir sejak 2023, mencatat penjualan 3.508 unit sepanjang Januari hingga November 2025, meningkat 64 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meski produsen asing semakin agresif, tingkat adopsi EV di Jepang masih terbilang rendah. Terhitung sampai November 2025, total penjualan EV hanya mencapai 55.380 unit atau sekitar 1,5 persen dari keseluruhan penjualan mobil baru.
Produsen lokal pun mulai merespons dengan memperbarui lini mereka, seperti Toyota dengan bZ4X versi revisi, Nissan yang menyiapkan generasi terbaru Leaf, serta Suzuki yang bersiap meluncurkan EV pertamanya, e-Vitara.
