Pindad Siap Produksi Mobil Nasional di Subang

Pindad Pamer Kendaraan Taktis 4x4 Listrik

Pindad Pamer Kendaraan Taktis 4×4 Listrik (Ist)

JAKARTA, AVOLTA – Persiapan terkait produksi mobil nasional, yang akan dilakukan oleh PT Pindad terus dilakukan. Terbaru, bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas, dan Himpunan Kawasan Industri (HKI), PT Pindad resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).

Kesepakatan ini menjadi fondasi penyelarasan kebijakan untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025–2029 sekaligus mengakselerasi Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

“Ini adalah sejarah baru untuk melanjutkan milestone yang belum selesai. Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa. Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya, dan ini perlu ada di kawasan industri,” ujar Menteri Rachmat Pambudy, disitat dari laman resmi Bappenas, Kamis (11/12/2025).

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa juga menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

“Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah: jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” tambahnya.

Nota Kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas, HKI, dan PT Pindad ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan, rantai pasok otomotif dalam negeri, serta teknologi manufaktur canggih.

CATEGORIES
TAGS