BYD Sudah Capai Produksi 70.000 Unit di Thailand

Suasana produksi mobil listrik di pabrik BYD Hungaria. (BYD)
BANGKOK, AVOLTA – Dominasi BYD di pasar Asia kembali terbukti setelah pabrikan otomotif asal Shenzhen, Cina itu mencapai tonggak produksi baru di Thailand.
Fasilitas yang berlokasi di Provinsi Rayong resmi mencatat 70.000 unit kendaraan keluar dari lini produksi, menegaskan peran fasilitas tersebut sebagai basis manufaktur strategis di kawasan.
Menlansir CarNewsChina, Sabtu (6/12/2025) unit ke-70.000 yang diproduksi, yaitu BYD Sealion DM-i, SUV plug-in hybrid yang di Cina dikenal sebagai Song Plus DM-i.
Model ini menjadi salah satu produk unggulan BYD di segmen elektrifikasi, sekaligus bukti kemampuan lini produksi Rayong dalam menangani model BEV maupun PHEV.
Perlu diketahui, pabrik Rayong memiliki kapasitas produksi tahunan 150.000 unit dan mulai beroperasi penuh sejak Juli 2024. Hanya dalam empat bulan pertama, BYD sudah merakit 10.000 unit.
Produksi kemudian meningkat pesat, mencapai tambahan 60.000 unit dalam setahun berikutnya, hingga melewati tonggak 70.000 unit pada 27 November.
Menjadi fasilitas CKD luar negeri pertama yang sepenuhnya dimiliki BYD, pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 960.000 meter persegi. Saat ini, Rayong merakit lima model utama, yakni Atto 3 (Yuan Plus), Dolphin, Seal, Seal 05 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.
Kehadiran lini produksi lengkap ini tidak hanya menyasar pasar Thailand, yang terus berkembang sebagai negara dengan adopsi EV tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga untuk kebutuhan ekspor.
Strategi ekspor BYD dari Thailand semakin krusial sejak Uni Eropa menerapkan tarif tambahan terhadap mobil listrik buatan Cina. Dengan produksi di Thailand, BYD mampu menghindari bea masuk 10 persen ditambah tarif ekstra 20,7 persen.
Pada Agustus 2025, pabrik Rayong bahkan mulai mengirimkan 900 unit BYD Dolphin ke Jerman, Belgia, dan Inggris melalui kapal BYD Zhengzhou, memperluas jangkauan mereka ke pasar Eropa tanpa beban tarif tinggi.
Dengan kecepatan ekspansi dan kapasitas produksi yang terus meningkat, BYD Rayong kini menjadi salah satu pilar penting dalam strategi global perusahaan baik dalam memperkuat posisinya di Asia Tenggara maupun mempertahankan daya saing di pasar internasional yang semakin ketat.
