Regulasi Sistem Steer by Wire Berlaku Penuh di Cina

BEIJING, AVOLTA – Industri otomotif Cina memasuki babak baru setelah pemerintah mengumumkan aturan yang menghapus kewajiban sambungan mekanis antara setir dan roda depan.
Kebijakan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026 ini menjadi tonggak penting dalam percepatan teknologi kemudi elektronik penuh atau steer by wire di pasar otomotif terbesar dunia. Demikian dilansir CarnewsChina, Jumat (5/12/2025).
Aturan baru ini memungkinkan produsen kendaraan untuk menggunakan sistem kemudi elektrifikasi penuh tanpa keharusan menyediakan jalur mekanis cadangan.
Sistem steer by wire menggantikan batang kemudi konvensional dengan rangkaian sensor yang membaca gerakan setir dan mengirimkan sinyal listrik ke motor penggerak roda, menghasilkan respons kemudi yang lebih presisi serta fleksibilitas desain interior yang lebih luas.
Keputusan ini disampaikan melalui standar nasional terbaru yang mengatur sistem kemudi pada kendaraan. Di dalamnya, pemerintah menetapkan persyaratan keselamatan yang jauh lebih ketat untuk menjamin keandalan teknologi baru tersebut.
Mulai dari redundansi komponen elektronik, pemantauan daya, hingga prosedur pengujian khusus ketika terjadi kegagalan sistem, semuanya menjadi bagian dari pedoman wajib yang harus dipatuhi pabrikan.

Sejumlah produsen besar seperti Nio, BYD, Xpeng, hingga Geely turut terlibat dalam penyusunan standar ini.
Tak hanya pabrikan lokal, beberapa produsen internasional serta perusahaan teknologi otomotif global yang beroperasi di Tiongkok juga memberikan masukan selama proses perumusan regulasi.
Secara praktik, teknologi ini sebenarnya sudah digunakan pada beberapa model kendaraan, seperti Nio ET9, Infiniti Q50, IM L6, hingga Tesla Cybertruck.
Bahkan Nio ET9 menjadi mobil produksi massal pertama di Cina yang hadir dengan sistem kemudi elektronik penuh tanpa cadangan mekanis.
