Pasar Mobil Listrik Cina Sengit: BYD Raja, Merek Baru Bermunculan

Booth BYD
JAKARTA, AVOLTA – Pasar kendaraan listrik di Cina kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Menurut data terbaru pada 1 Desember 2025, penjualan New Energy Vehicle (NEV) pada November 2025 melonjak, dengan para produsen besar dan startup sama-sama mencatat angka pengiriman yang tinggi.
Disitat dari Carnewschina, paling menonjol tentu saja BYD, dengan mampu mengirim sekitar 480.186 unit NEV pada November 2025. Meskipun secara tahunan angka ini turun sekitar 5,25%, jumlah tersebut tetap menegaskan BYD sebagai raja pasar kendaraan listrik di Cina. Dari total itu, 237.540 unit adalah mobil listrik penuh (BEV), sementara 237.380 unit adalah plug-in hybrid (PHEV).
Namun, menariknya, bukan hanya pemain besar saja yang bersinar. Di urutan ketiga, Geely berhasil mendistribusikan 132.661 unit NEV, hasil gabungan dari lini Galaxy dan model listrik atau ybrid lainnya, menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi yang dijalankan cukup membuahkan hasil.
Tak kalah agresif, startup EV seperti HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance) dan Leapmotor juga mencetak rekor. HIMA mengirim 81.864 unit, sedangkan Leapmotor mencapai 70.327 unit.
Selain itu, Zeekr (termasuk Lynk & Co) membukukan 55.146 unit. Performa penjualan ini, mengindikasikan persaingan di pasar EV Cina makin sengit, dan bukan hanya antara raksasa, tapi juga para pendatang baru.
Data ini juga sejalan dengan estimasi dari China Passenger Car Association (CPCA), yang menyebut bahwa penjualan grosir (wholesale) NEV pada November 2025, bisa mencapai 1,72 juta unit, meningkat 20% dari tahun sebelumnya.
