Euro NCAP Ubah Prosedur Uji Keselamatan: Fokus ke ADAS

Toyota bZ4X diuji tabrak Euro NCAP dapat rating bintang lima (Euro NCAP)
LEUVEN, AVOLTA – Badan keselamatan atau lembaga uji tabrak kendaraan Eropa, Euro NCAP, mengumumkan perubahan besar dalam metode pengujian mobil.
Pembaruan ini menitikberatkan pada evaluasi sistem bantuan pengemudi alias ADAS serta fungsi kokpit, guna memastikan teknologi keselamatan benar-benar bekerja efektif di kondisi dunia nyata.
Mengutip Autocar, Jumat (28/11/2025) Euro NCAP menyebut perubahan ini sebagai reformasi terbesar sejak 2009. Prosedur baru tersebut akan mulai berlaku pada 2026 dan dikembangkan berdasarkan empat pilar utama keselamatan, yakni berkendara aman, pencegahan kecelakaan, perlindungan kecelakaan, dan keselamatan pasca-kecelakaan.
Sekretaris Jenderal Euro NCAP, Michiel van Ratingen, mengatakan perubahan menyeluruh ini dirancang agar metode uji tetap relevan dengan teknologi modern serta memberikan panduan akurat bagi konsumen.
“Pembaruan protokol ini memastikan pengujian Euro NCAP tetap menjadi rujukan utama bagi konsumen yang membutuhkan tolok ukur keselamatan yang objektif,” tutur Ratingen.
Euro NCAP menyatakan revisi ini muncul setelah banyak konsumen mengeluhkan peringatan ADAS yang mengganggu dan intervensi yang terlalu agresif. Oleh karena itu, pengujian baru akan menilai bagaimana sistem bekerja di dunia nyata, bukan hanya di jalur uji.
Mulai 2026, mobil dengan teknologi driver monitoring system yang mampu menjaga fokus pengemudi dan memantau performa secara real-time akan memperoleh nilai keselamatan lebih tinggi.
Penilaian terbaru juga menghadirkan skenario uji baru untuk teknologi pencegah kecelakaan, seperti AEB (autonomous emergency braking) dan lane keeping assist. Tes ini dirancang mencerminkan pola kecelakaan sesungguhnya, terutama di area perkotaan yang melibatkan pesepeda dan pengendara motor.
Sistem bantuan pengemudi juga akan dinilai berdasarkan kehalusan dan intuisi respons, menjawab kritik bahwa beberapa ADAS justru terasa mengganggu.
Selain itu, Euro NCAP juga memperketat penilaian terhadap keselamatan setelah kecelakaan. Beberapa ketentuan baru mencakup, gagang pintu elektrik harus tetap dapat dioperasikan setelah tabrakan.
Mobil listrik harus mampu mengelola isolasi baterai untuk mengurangi risiko kebakaran, dan sistem panggilan darurat otomatis harus dapat memberi tahu jumlah penumpang di dalam kendaraan setelah benturan.
