Krisis Industri Otomotif Jerman: Ancaman PHK 186 Ribu

JAKARTA, AVOLTA – Di tengah transformasi kendaraan listrik yang semakin agresif, ternyata ada tantangan tersendiri bagi industri otomotif Jerman.
Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Prognos Research Institute dan Verband der Automobilindustrie (VDA), transformasi kendaraan listrik ini, diperkirakan bakal mengancam sekitar 186 ribu pekerjaan hingga 2035.
Berdasarkan data yang dilaporkan media Jerman menunjukkan pengurangan tenaga kerja sudah terjadi di seluruh rantai pasok, mulai dari pembuat mesin konvensional hingga pemasok komponen teknologi tinggi.
Studi terbaru oleh EY yang dikutip Autoblog, Selasa (4/11/2025) mencatat Jerman telah kehilangan hampir 245.000 pekerjaan industri sejak 2019, dengan penurunan paling tajam terjadi di sektor otomotif.
Situasi makin mendesak ketika survei VDA terhadap perusahaan menengah otomotif di Jerman, menunjukkan bahwa 80% perusahaan berencana menunda, membatalkan, atau memindahkan investasi ke luar Jerman karena kondisi pasar yang melemah dan birokrasi yang terus menjadi beban.
Bahkan 77% perusahaan menyebut kekurangan pesanan, sebagai salah satu tantangan terbesarnya.
Selain faktor struktural transformasi ke kendaraan listrik, tekanan eksternal juga besar, seperti biaya energi dan tenaga kerja yang tinggi, persaingan dari produsen China dan AS, serta permintaan Eropa yang melambat menjadi faktor pengikis.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan ‘deindustrialisasi’ di Jerman, negara yang selama ini dikenal sebagai ‘powerhouse’ manufaktur otomotif Eropa.
