
CALIFORNIA, AVOLTA – Hasil investigasi yang dilakukan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA), terdapat 140 insiden orang terjebak di dalam mobil Tesla karena gagang pintu tersembunyi atau seamless door handle.
Bahkan beberapa pengguna Tesla harus memecahkan kaca mobil dalam kondisi terbakar dan mengakibatkan cedera serius.
Kepala Desain Tesla, Franz Von Holzhausen, mengatakan perusahaannya lagi mempertimbangkan untuk menggabungkan mekanisme pembuka pintu manual dan elektronik.
“Ide untuk menggabungkan yang elektronik dan manual menjadi satu tombol, saya pikir, sangat masuk akal. Itu adalah sesuatu yang sedang kami kerjakan,” kata Von dikutip Carscoops, Rabu (8/10/2025).
Insiden itu juga menjadikan produsen otomotif lain tergerak untuk mengubah desain gagang pintu demi keselamatan konsumen.
Salah satunya produsen mobil listrik asal AS, Rivian dipastikan ikut mengubah desain pegangan pintu pada model R2 terbaru. Keputusan ini diambil menyusul kritik terhadap sistem pegangan pintu berteknologi tinggi yang dinilai berisiko dalam situasi darurat.
Langkah Rivian muncul setelah sejumlah kasus tragis yang melibatkan kendaraan Tesla, di mana penumpang dilaporkan terjebak dalam mobil terbakar akibat mekanisme pintu yang rumit. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran publik terhadap fitur keselamatan pada mobil listrik modern.
Gagang pintu Rivian R2 saat ini dianggap tidak ramah pengguna. Saat membuka pintu belakang, penumpang harus melepas panel terlebih dahulu lalu menarik kabel mekanik.
Desain ini dinilai menyulitkan, terutama ketika penumpang berada dalam kondisi panik atau darurat. Menanggapi hal itu, Rivian menegaskan komitmennya terhadap keselamatan.



