Bos Ford Akui Otomotif AS Tertinggal Cina

Jim Farley, CEO Ford.

DETROIT, AVOLTA – CEO Ford, Jim Farley mengakui bahwa teknologi otomotif Amerika Serikat (AS) tertinggal jauh dibanding Cina, terutama dalam persaingan di segmen kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Menurut Farley, sektor EV Cina jika diibaratkan sebagai “gorila seberat 700 pon” yang mendominasi lanskap otomotif global. Perusahaan seperti BYD, Geely, Nio, dan Xiaomi membuktikan betapa cepatnya produsen Cina masum ke pasar global.

Bahkan banyak juga dari mereka yang sebelumnya justru bukan perusahaan otomotif, tapi berkat pendekatan baru dan dukungan penuh pemerintah melalui subsidi dan insentif, mereka telah berhasil merebut pangsa pasar secara agresif.

“Kenyataannya, pesaing sebenarnya datang dari China. Tesla, GM, atau Ford sendiri belum mampu menandingi tingkat dominasi yang telah mereka tunjukkan. Inovasi mereka sangat kuat dengan biaya rendah,” ujar Farley dikutip theverge.com, Senin (6/10/2025).

Bukan hanya itu, dia bahkan menyinggung teknologi mobil merek Cina yang dianggap lebih canggih dibandingkan yang ditawarkan oleh produsen Barat.

Sebagai contoh integrasi merek teknologi seperti Huawei dan Xiaomi ke dalam kendaraan, di mana pengguna dapat langsung terhubung ke ekosistem digital tanpa harus memasangkan ponsel mereka.

“Mereka memiliki teknologi di dalam mobil yang jauh lebih unggul. Saat Anda masuk ke dalam mobil, seluruh kehidupan digital Anda terhubung secara otomatis. Ini adalah sesuatu yang masih tertinggal di AS,” ujar Farley.

CATEGORIES
TAGS