Nurut AS, Meksiko Tolak Pabrik BYD

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Meksiko menolak rencana pembangunan pabrik BYD. Keputusan ini, diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga hubungan dagang yang sensitif dengan Amerika Serikat, terutama di tengah isu tarif yang sedang diperdebatkan.
Mengutip Nikkei Asia, Menteri Luar Negeri Meksiko, Alicia Barcena menyampaikan, bahwa negaranya tidak akan mengizinkan BYD membangun pabrik mobil listrik di Meksiko untuk saat ini.
“Kami memberi tahu mereka (BYD) bahwa sekarang bukan waktunya,” ujar Barcena.
Pemerintah Meksiko menyampaikan bahwa pihaknya sedang bernegosiasi tarif dengan Amerika Serikat, dan tidak ingin memberi kesan bahwa Meksiko menjadi jalan pintas bagi produk Tiongkok itu masuk ke pasar Negeri Paman Sam.
Langkah ini mencerminkan tekanan yang dihadapi negara-negara mitra dagang Amerika Serikat, dalam menyikapi meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap dominasi produsen kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu.
Pemerintahan Presiden Donald Trump, baru-baru ini mengusulkan tarif baru sebesar 100% untuk kendaraan listrik buatan Tiongkok, termasuk yang mungkin diekspor melalui negara ketiga seperti Meksiko.
Sementara itu, Meksiko merupakan bagian dari perjanjian dagang USMCA (United States-Mexico-Canada Agreement), yang memungkinkan produk dari ketiga negara tersebut menikmati tarif rendah jika memenuhi syarat asal-usul produksi tertentu. Namun, pemerintah AS khawatir produsen Cina akan memanfaatkan celah tersebut untuk menghindari tarif impor tinggi.
Dengan begitu, langkah Meksiko menahan kehadiran pabrik BYD dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap AS, dan upaya menjaga kestabilan perjanjian dagang.
