Menguji ADAS dan Mild Hybrid Suzuki Fronx di Ciwidey

BANDUNG, AVOLTA – Kawasan Ciwidey di Bandung, Jawa Barat, selain menjadi salah satu lokasi favorit wisata, juga banyak dipilih untuk melakukan pengetesan mobil, karena memiliki beragam kontur jalan, mulai tanjakan, turunan, hingga berkelok-kelok.

Lokasi ini juga yang dipilih PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk melakukan acara test drive Suzuki Fronx, bersama puluhan awak media otomotif, termasuk redaksi Avolta, beberapa waktu lalu. Titik awal pengetesan dimulai dari diler Suzuki NJS di Gedebage menuju Resto Tepi Sungai Ciwidey. Jaraknya kurang lebih sekitar 36 kilometer.

Unit yang kami tes adalah Fronx tipe SGX matik yang merupakan varian tertinggi dan sudah didukung dengan fitur keselamatan aktif lengkap atau disebut Suzuki Safety Support (ADAS). Di perkotaan dengan kondisi lalu lintas saat itu cukup padat, dan dalam kondisi ini bisa memaksimalkan fitur Blind Spot Monitor yang tentunya bisa membantu pengemudi mengecek keadaan di sekitar untuk pindah lajur.

Setelah jalur perkotaan, mulai masuk tol Padaleunyi yang kondisinya lancar, sehingga di momen ini kami bisa memaksimalkan performa dari mesin K15C + Smart Hybrid Vehicle by Suzuki yang memiliki kapasitas 1.500 cc.

Hasilnya mesin itu cukup responsif dan bertenaga, tenaganya selalu terisi baik di putaran mesin bawah dan atas. Kalau mengacu data di atas kertas, SUV ringkas ini punya tenaga 100,6 PS pada 6.000 rpm dan torsi 135 Nm pada 4.400 rpm.

Jalur ini juga tentunya bisa dimanfaatkan untuk menguji fitur Adaptive Cruise Control yang berfungsi dengan sempurna. Jaraknya memang pendek, tapi sudah merasakan bagaimana fitur tersebut bekerja. Fitur ADAS lainnya juga bisa digunakan seperti Lane Keep Assist yang memberitahu pengemudi untuk tidak keluar jalur pada saat mobil menikung.

Sensor akan membaca marka jalan, lalu mengkoreksi setir secara otomatis. Fitur ini sangat membantu saat pengemudi kehilangan konsentrasi pada saat mengemudi.

Masuk di Kawasan Ciwidey, kontur jalan mulai naik dan turun, serta berkelok. Tentunya yang kami rasakan, performa dari Fronx ini cukup besar untuk melibas rute tersebut. Apalagi SUV ringkas ini punya dimensi panjang 3.995 mm, lebar 1.765 mm, tinggi 1.550 mm, serta jarak sumbu roda 2.520.

Belum lagi radius putarnya cukup pendek, yaitu cuma 4,8 meter, alhasil Fronx bisa bermanuver lebih lincah di jalur dengan tikungan patah.

Usai dari Ciwidey, perjalanan dilanjutkan ke daerah Punclut yang dikenal memiliki turunan curam dan tajakan terjal, dan jalan sempit. Fronx punya fitur yang diandalkan ketika bertemu dengan tanjakan dan kondisi macet, yaitu bisa memaksimalkan fitur Hill Hold Control.

Kesimpulan untuk hari pertama, Fronx berhasil melewati rute-rute yang cukup ekstem karena didominasi tanjakan, dan turunan curam, serta jalan berkelok-kelok. Fitur-fitur yang tersedia sangat membantu pengemudi, sehingga selama di perjalanan tidak mengalami hambatan.

Uji efisiensi BBM

Masuk di hari kedua pengetesan, tantangannya berbeda karena ditantang untuk memaksimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar Fronx. Semua unit sudah disegel, mulai tutup tangki BBM, hingga tombol AC.

Pengujian ini menggunakan metode full to full alias pengisian bahan bakar penuh dan diisi penuh lagi untuk penghitungan di akhir.

Perjalanan dimulai dari halaman hotel di Kawasan Pasteur, Bandung, ke Jatinangor dengan melewati ruas tol. Selama pengujian, mobil yang kami operasikan berjalan normal layaknya mobil pada umumnya, yaitu berjalan di jalan tol minimal 60 kpj.

Setelah dari Jatinangor perjalanan balik lagi ke arah Pasteur lagi dan kembali melewati tol, sampai finish di jalan Malabar, Batununggal, untuk penghitungan akhir.

Sekadar informasi, saat media test drive ini Suzuki menurunkan semua varian Fronx mulai dari GL, GX dan SGX. Berdasarkan perhitungan rata-rata unit SGX dan GX dengan asupan mild hybrid berada di angka 29,89 km/liter. Sementara varian GL yang bermesin K15B dan girboks 4 percepatan menbuahkan hasil 26,92km/liter.

CATEGORIES
TAGS