BYD Seal Belum Pakai Baterai Solid-State!

JAKARTA, AVOLTA – Pembuat mobil listrik asal Tiongkok, BYD, menegaskan kabar yang beredar belakangan ini terkait penggunaan baterai solid‑state (SSB) pada Seal, sepenuhnya adalah salah. Dalam pernyataan resminya, BYD menyatakan, Informasi tersebut adalah salah. Model pertama dan spesifikasinya terkait penggunaan baterai solid-state akan diumumkan kemudian.

Disitat Carnewschina, spekulasi tersebut sempat memicu euforia karena mengklaim Seal dapat mencapai densitas energi hingga 400 Wh/kg, dan jarak tempuh sekitar 1.500 km dalam sekali pengisian selama 12 menit, bahkan dikabarkan bisa sampai 1.875 km. Klaim ini tentu sangat ambisius, dibanding teknologi baterai lithium‑ion cair saat ini.

Sumber spekulasi tersebut mencerminkan kemajuan tes internal BYD, yang sejak tahun lalu telah menguji sel baterai solid-state berkapasitas 20Ah dan 60Ah. Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan densitas energi dan kemampuan pengisian cepat, meskipun BYD sendiri menyatakan bahwa produksi massal teknologi ini kemungkinan masih memakan waktu beberapa tahun.

Konfirmasi resmi BYD menyebut, bahwa demonstrasi skala produksi baterai solid-state ditargetkan terjadi pada 2027 hingga 2029, lalu memasuki fase ekspansi massal setelah 2030, setelah kapasitas produksi mencukupi.

Hal tersebut, sejalan dengan pernyataan CTO BYD CTO, Sun Huajun awal tahun ini, yang menyatakan bahwa baterai solid-state akan mulai muncul di kendaraan uji dalam dua tahun mendatang dan mencapai harga sebanding dengan baterai lain di akhir dekade ini.

Rumor awalnya menyebar dari laporan di summit inovasi baterai solid-state di Cina, yang kemudian dikutip oleh Electrek dan media lain. Namun, BYD segera merespons, menegaskan bahwa belum ada model apapun, termasuk Seal yang menggunakan baterai solid-state.

CATEGORIES
TAGS