Jadi Mobil Listrik, Mercedes-Benz G-Class Malah Boncos

JAKARTA, AVOLTA – Mercedes-Benz G-Class, SUV legendaris yang identik dengan kemewahan dan performa tangguh, telah hadir dalam versi listrik penuh dengan nama G580 EQ Technology.

Ditenagai oleh empat motor listrik yang menghasilkan total tenaga 579 hp dan torsi 859 lb-ft, G580 mampu melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam 4,6 detik. Dilengkapi dengan baterai 116 kWh, model ini juga menawarkan fitur unik seperti G-Turn, yang memungkinkan kendaraan berputar di tempat layaknya tank, serta G-Steering untuk manuver off-road yang presisi.

Namun, meskipun membawa teknologi canggih dan desain ikonik, Mercedes-Benz G580 mengalami kesulitan  penjualan. Sejak peluncurannya pada April 2024, hingga April 2025, mobil bertenaga baterai asal Jerman ini hanya terjual 1.450 unit di Eropa.

Disitat dari Carscoops, bahkan di pasar yang dikenal ramah terhadap kendaraan listrik seperti Cina, penjualan G-Class ramah lingkungan ini lebih menyedihkan lagi, dengan hanya terjual 58 unit. Bahkan di Amerika Serikat (AS), model ini belum terjual sama sekali.

Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya minat konsumen adalah harga yang tinggi. Di AS, mobil ini dibanderol sekitar US$ 161.500 atau sekitar Rp 2,6 miliar. Selain itu, efisiensi ruang yang kurang optimal dan kemampuan menarik beban yang terbatas, membuatnya kurang menarik bagi konsumen yang membutuhkan fungsi utilitas tinggi.

Dengan jarak tempuh sekitar 385 km, G580 juga kalah saing dibandingkan SUV listrik lain yang menawarkan jangkauan lebih jauh.

Menanggapi respons pasar yang kurang menggembirakan, Mercedes-Benz mempertimbangkan untuk menyesuaikan strateginya. Rencana awal untuk menghadirkan versi “baby G-Class” yang sepenuhnya listrik, kini dipertimbangkan ulang, dengan kemungkinan menghadirkan varian mesin pembakaran internal atau bensin untuk menarik lebih banyak konsumen.

CATEGORIES
TAGS