Nissan Jual Kantor Pusat di Yokohama

JAKARTA, AVOLTA – Nissan Motor Co. tengah mempertimbangkan langkah besar untuk menstabilkan keuangannya, dengan menjual kantor pusatnya di Yokohama, Jepang. Rencana ini menjadi bagian dari strategi restrukturisasi global, yang ditujukan untuk memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi operasional, seperti dilaporkan oleh Nikkei Asia.
Nissan sedang mempertimbangkan pilihan untuk menjual gedung kantor pusat dan kemudian menyewanya kembali agar aktivitas operasional tidak terganggu. Gedung tersebut memiliki nilai sekitar 100 miliar yen atau setara Rp 11,6 triliun.
Uang hasil penjualan itu rencananya digunakan untuk membiayai restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemangkasan jumlah model kendaraan serta optimalisasi kapasitas produksi.
Restrukturisasi ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah selama tiga tahun yang diumumkan Nissan pada Maret lalu. Perusahaan menargetkan efisiensi produksi global yang lebih ramping, termasuk pengurangan sekitar 10% dari total kapasitas produksi globalnya.
Selain itu, Nissan juga berencana mengurangi sekitar 5% dari jumlah tenaga kerjanya secara global.

Langkah penjualan aset properti ini mencerminkan tekad Nissan untuk tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global, terutama di era elektrifikasi. Nissan juga tengah fokus memperluas jajaran kendaraan listriknya, di antaranya melalui kerja sama dengan mitra aliansinya, Renault dan Mitsubishi.
Kantor pusat Nissan yang berlokasi di Minato Mirai, Yokohama, dibuka pada 2009 dan menjadi simbol kebangkitan perusahaan setelah krisis keuangan global. Namun, kini perusahaan harus mengutamakan kelangsungan bisnis jangka panjang di atas simbolisme historis.
Rencana ini masih dalam tahap pertimbangan dan belum ada keputusan final. Namun, jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu langkah strategis terbesar Nissan dalam beberapa tahun terakhir.
