Boncos 2 Tahun, Penjualan Mobil Thailand Kembali Positif

Great Wall Motor pilih Thailand untuk bangun pabrik baterai EV (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Setelah hampir dua tahun mengalami penurunan, penjualan mobil domestik Thailand akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada April 2025, penjualan roda empat di Negeri gajah Putih ini naik tipis 0,97%, dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari Federation of Thai Industries (FTI).
Disitat dari retailnews.asia, kenaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan mobil penumpang, meskipun penjualan truk pikap masih menurun akibat kondisi pembiayaan yang ketat.
Meskipun ada peningkatan dalam penjualan domestik, produksi mobil di Thailand tetap mengalami penurunan. Pada April 2025, produksi turun sebesar 0,4% menjadi 104.250 unit, menandai penurunan selama 21 bulan berturut-turut.
Produksi truk juga mengalami penurunan signifikan sebesar 33%, mencerminkan kelemahan ekonomi domestik. Sementara itu, ekspor mobil turun 6,31% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun penurunan ini lebih kecil dibandingkan dengan penurunan 14,91% pada Maret 2025.
Industri otomotif Thailand, yang dikenal sebagai pusat produksi dan ekspor mobil terbesar di Asia Tenggara, menghadapi tantangan besar. Tingkat utang rumah tangga yang tinggi, mencapai lebih dari 90% dari PDB, dan persyaratan pinjaman yang ketat telah menyebabkan penurunan permintaan domestik.
Banyak lembaga keuangan menolak hingga 70% aplikasi pinjaman mobil, terutama untuk truk pikap, yang merupakan segmen penting dalam pasar domestik.
Namun, ada harapan dari sektor kendaraan listrik (EV). Produsen mobil listrik asal China, seperti BYD, telah berinvestasi besar di Thailand, dengan membuka pabrik pertamanya di Asia Tenggara senilai US$ 490 juta (sekitar Rp7,8 triliun), yang mampu memproduksi 150.000 kendaraan per tahun.
