Tolak Arus Mainstream, BMW Pilih ICE Sampai Hidrogen

MUNICH, AVOLTA – CEO BMW, Oliver Zipse, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin sepenuhnya mengikuti arus utama dalam hal elektrifikasi kendaraan. Menurut dia, transisi konsumen dari mobil bermesin konvesional ke listrik tidak secepat seperti yang diprediksi oleh para analis.
Mengutip Autocar, Senin (19/5/2025) keraguan BMW terhadap adopsi kendaraan listrik yang terburu-buru terbukti. Alhasil, perusahaan Jerman ini memilih tidak akan meninggalkan mobil bermesin pembakaran internal seperti yang dilakukan produsen otomotif lain.
“Kami mengambil sikap jelas mengenai hal ini. Kini angin telah berbalik ke arah kami. Keterbukaan teknologi berarti mengikuti pasar, karena pasar berkembang, tetapi tidak dengan kecepatan yang sama,” ujar Zipse.
Zipse mengatakan, BMW dengan tegas menyatakan kepada para pemegang saham bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menawarkan beragam pilihan sistem penggerak kepada konsumen, termasuk mesin pembakaran internal, hybrid, dan bahkan mobil bertenaga sel bahan bakar hidrogen, yang akan diluncurkan pada tahun 2028.
Perlu diketahui, BMW pesimis terhadap kendaraan listrik ini setelah perusahaan gagal lewat i3, mobil listrik kecil untuk penggunaan di dalam kota yang diluncurkan pada 2013. Meskipun menampilkan bodi serat karbon, mobil yang diharapkan menjadi trendsetter berakhir jadi kegagalan finansial.
