Proyek Pabrik Baterai EV Nissan di Kyushu Batal

Nissan kembangkan baterai solid-state (Nissan)
TOKYO, AVOLTA – Kabar kurang baik kembali datang dari Nissan, yang belum lama ini mengumumkan pembatalan Pembangunan pabrik baterai (electric vehicle/EV) di Pulau Kyushu, Jepang Barat. Proyek dengan nilai investasi Rp 125 triliun ini harus dibatalkan karena upaya pabrikan kembali bangkit dari krisis.
Melansir Reuters, Selasa (13/5/2025) Nissan telah melakukan perubahan prioritas, agar kondisinya tidak semakin buruk setelah beberapa waktu lalu melakukan PHK massal.
“Nissan mengambil tindakan turnaround segera dan menjajaki semua opsi untuk memulihkan kinerjanya,” tulis pernyataan perusahaan yang mengisyaratkan adanya penyesuaian skala ambisi Nissan di pasar domestik.
Langkah pembatalan pabrik baterai ini terjadi di tengah upaya restrukturisasi yang gencar dilakukan Nissan di bawah kepemimpinan CEO baru, Ivan Espinosa, yang mengambil alih posisi dari Makoto Uchida bulan lalu.
Perusahaan saat ini tengah melakukan pemangkasan jumlah karyawan, pengurangan kapasitas produksi, dan penutupan pabrik secara global. Sebelumnya, Nissan telah mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 pekerjaan dan mengurangi kapasitas global sebesar 20%.
Program pensiun dini terakhir di Jepang dilakukan pada tahun 2007, di mana 1.500 pekerjaan dipangkas sebagai respons terhadap penurunan produksi di pasar domestik yang menyusut.
