Tesla, VW, dan BYD Diduga Kibul Jarak Tempuh Mobil Listrik

Logo Tesla (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Otoritas Persaingan Usaha Italia (AGCM) tengah menyelidiki Volkswagen, Stellantis, Tesla, dan BYD terkait dugaan informasi yang tidak akurat terkait performa kendaraannya listriknya. Pihak otoritas Negeri Pizza ini, menuding keempat produsen besar tersebut melakukan praktik komersial yang tidak adil.
Disitat dari Carscoops, pada pekan lalu, dengan dukungan Kepolisian Keuangan Italia (Guardia di Finanza), AGCM telah menggeledah kantor pusat Volkswagen, Stellantis, Tesla, dan BYD sebagai bagian dari investigasi.
Menurut regulator Italia tersebut, informasi yang diberikan produsen mengenai jarak tempuh mobil listrik selalu bertentangan.
Meskipun tandar WLTP (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure) digunakan di Eropa, AGCM menilai para produsen gagal menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi jarak tempuh sebenarnya di dunia nyata.
Selain itu, AGCM juga menuduh perusahaan-perusahaan tersebut tidak transparan dalam memberikan informasi tentang degradasi baterai seiring waktu serta keterbatasan garansi baterai standar, yang sangat krusial bagi kepemilikan kendaraan listrik dalam jangka panjang.
Sementara itu, dugaan ini menyoroti bagaiman materi pemasaran kendaraan listrik mungkin tidak memberikan informasi yang jelas, sehingga calon konsumen tidak mendapatkan gambaran yang sebenarnya tentang performa roda empatnya di jalan raya.
Terkait penyelidikan tersebut, perwakilan Volkswagen, BYD, Tesla maupun Stellantis belum memberikan komentar secara resmi.
