Mengaku Laris, Tapi Neta PHK 400 Karyawan di Thailand

BANGKOK, AVOLTA – Performa penjualan Neta di Thailand dikabarkan sedang tidak baik-baik saja. Produsen kendaraan listrik asal Cina ini mengalami penurunan penjualan sebesar 45 % sepanjang tahun 2024, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Namun kini, Melansir The Nation Thailand, Selasa (31/1/2024) akibat kondisi itu Neta harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 400 karyawan di Negeri Gajah Putih.
Hozon Auto yang berbasis di Shanghai sebagai induk perusahaan dilaporkan mengalami masalah likuiditas yang disebabkan oleh penurunan penjualan, sehingga memaksa untuk menghentikan produksi di pabrik Zhejiang dan mengurangi lapangan kerja.
Khusus di Thailand, Neta memanfaatkan pabrik Bangchan General Assembly untuk memproduksi kendaraan listrik. PHK 400 orang termasuk karyawan dari Neta Auto dan Bangchan General Assembly yang bekerja di pabrik distrik Min Buri, Bangkok, Thailand.
Sepanjang tahun ini, Neta hanya mengirimkan 6.534 unit mobil terdiri dari model Neta V, Neta V-II, dan Neta X.
Sepanjang 2024, sepertinya bukan waktu yang bagus bagi Neta khususnya di pasar Asia Tenggara, karena sebelumnya Neta V hanya memperoleh nol bintang setelah melewati protokol yang ketat dari ASEAN NCAP 2021-2025.
Baca juga: Neta Laris di Thailand

Padahal, Neta sebelumnya mengaku laris di Thailand karena berhasil membukukan 2.016 unit pemesanan dan tumbuh sebesar 14% pada Thailand International Motor Show 2024. Dari keterangan resmi perusahaan, sejak awal 2024, Neta X telah diluncurkan serta dipasarkan hingga ke tujuh negara, termasuk Thailand.
Keberhasilan Neta di Thailand diklaim positif, hingga model Neta X berhasil menduduki peringkat pertama dalam kategori SUV Listrik 100%, menurut data dari Department of Land Transportation (DLT) selama dua bulan berturut-turut, yaitu Oktober dan November. Selain itu, Neta juga mencatatkan pangsa pasar kendaraan listrik di Thailand hingga mencapai 22%, yang menandai keberhasilan Neta dalam pasar Internasional.
