Produksi Mobil di ASEAN Turun, Thailand Masih Teratas

Ekspor mobil jadi salah satu komoditi Cina. (Chinadaily)
JAKARTA, AVOLTA – Performa produksi mobil baru di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) masih mengalami penurunan yang cukup tinggi pada September 2024. Jumlahnya anjlok 17 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Mengacu pada data ASEAN Automotive Federation, jumlah produksi kendaraan roda empat pada periode dimaksud mencapai 306.372 unit. Angka ini lebih rendah dari satu tahun sebelumnya, 369.128 unit. Penurunan tersebut mempengaruhi hampir semua negara produsen utama di kawasan ini, meskipun beberapa negara menunjukkan tren positif.
Thailand yang selama ini menjadi kontributor mobil terbesar di ASEAN, juga mengalami penurunan yang cukup drastis. Sepanjang bulan September 2024, produksi mobil di Negeri Gajah Putih ini tercatat hanya sebanyak 122.277 unit, atau turun 25,5 persen dibandingkan dengan 164.093 unit pada periode yang sama 2023.
Sementara Indonesia mencapai total produksi sebanyak 101.688 unit. Angka ini mengalami penurunan 9,8 persen secara tahunan pada September 2024. Sama seperti Malaysia mengalami penurunan yang signifikan. Dengan produksi sebanyak 69.133 unit, angka ini turun 19,9 persen dibandingkan dengan 55.383 unit pada 2023.
Tentunya penurunan ini bukan tanpa sebab, tapi karena berkurangnya permintaan global dan gangguan dalam rantai pasokan, terutama dari pasar-pasar ekspor utama Thailand. Krisis ekonomi yang melanda beberapa negara besar di dunia juga dapat memengaruhi daya beli konsumen, yang pada gilirannya berdampak pada sektor otomotif.
Daftar peringkat produksi mobil di ASEAN pada September 2024:
- Thailand: 122.277 unit (Penurunan 25,5 persen yoy)
- Indonesia: 101.688 unit (Penurunan 9,8 persen yoy)
- Malaysia: 69.133 unit (Penurunan 19,9 persen yoy)
- Vietnam: 16.251 unit (Kenaikan 11,2 persen yoy)
- Filipina: 10.554 unit (Kenaikan 27 persen yoy)
- Myanmar: 219 unit (Kenaikan 6,3 persen yoy)
