Produksi Mobil Jepang Amblas untuk Pertama Kali

Proses pengecatan bodi Toyota Kijang Innova Zenix di pabrik TMMIN, Karawang. (TMMIN)
JAKARTA, AVOLTA – Produksi kendaraan roda empat dari merek Jepang mengalami penurunan pada enam bulan pertama tahun fiskal 2024. Kondisi tersebut, menjadi pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, yang dialami oleh para raksasa pembuat mobil Negeri Sakura ini.
Disitat dari Asia Nikkei, penurunan produksi merek asal Jepang ini, disebabkan beberapa faktor, seperti skandal kepatuhan yang terjadi di Grup Toyota dan juga persaingan yang ketat dengan merek Cina.
Delapan produsen mobil Jepang secara gabungan mampu produksi sebanyak 11,87 juta unit pada semester pertama tahun fiskal. Jumlah tersebut, turun 6% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, kondisi ini juga sama seperti pada April hingga September 2022, yang ketika itu ranta pasokan terganggu karena kekurangan semikonduktor dan komponen lainnya.
Secara detail, Toyota Motor melaporkan penurunan terbesar di antara delapan produsen mobil sebesar 7%, dengan produksi 4,7 juta unit.
Sementara itu, Toyota sendiri menghadapi penghentian produksi di Jepang setelah dikaitkan dengan skandal pengujian sertifikasi dan penarikan kembali di Amerika Utara. Sedangkan di Cina, mobil bertenaga bensin yang hemat bahan bakar dari produsen mobil Jepang tak cukup laku, dibandingkan mobil listrik, yang mendapat dukungan pemerintah.
Selain itu, Honda juga mengalami penurunan produksi besar di Tiongkok, dengan hanya mencetak 385.146 unit pada April-September 2024, atau turun 34% dibanding periode yang sama tahun lalu. Hasil ini sendiri, juga merupakan penurunan produksi jenama berlambang huruf H ini untuk pertama kali selama empat tahun.
