Cina-Eropa Panas, Penjualan BMW dan Mercedes-Benz Terjun Bebas

Malfungsi Sistem, BMW Recall Puluhan Ribu Mobil Listrik di Cina (Carnewschina)

JAKARTA, AVOLTA – Perang dagang antara Cina dan Eropa semakin memanas, setelah Uni Eropa akan memberlakukan tarif impor tinggi untuk kendaraan listrik asal Tiongkok. Perselisihan tersebut, pada akhirnya memakan korban, dengan penjualan dua merek Benua Biru, BMW dan Mercedes-Benz mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan laporan Bloomberg, penjualan BMW dan Mercedes-Benz di Cina turun pada kuartal III/2024, juga ditambah faktor melemahnya daya beli konsumen di Negeri Tirai Bambu. Terlebih, pasar mobil listrik di Eropa juga mengalami pelambatan, sehingga laba kedua perusahaan tersebut semakin terjun bebas.

Bagi BMW dan Mini, penjualannya sendiri turun sebesar 30% dan merupakan penurunan paling tajam dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Fasilitas pengisian baterai mobil listrik Mercedes-Benz. (Mercedes-Benz)

Sedangkan mercedes-Benz mengalami penurunan sebesar 13% dengan model seperti S-Class dan Maybach yang mengalami penurunan paling signifikan.

Selain itu, perselisihan ini akan semakin meruncing, karena Beijing tengah mempertimbangkan kenaikan bea masuk untuk kendaraan bermesin besr yang diimpor, sebagai upaya balas dendam dengan rencana kenaikan tarif kendaraan listrik Cina sebesar 45%.

Meskipun begitu, penjualan kendaraan listrik dari BMW masih tetap meningkat, dengan pengiriman i4 dan iX1 meningkat 10% menjadi 103.440 unit pada kuartal III/2024, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan Mercedes-Benz, untuk pengiriman wholesales atau pabrik ke diler kendaraan listriknya turun 31% menjadi hanya 42.500 unit.

CATEGORIES
TAGS