Adu SPK Merek Cina Vs Jepang di GIIAS 2024

JAKARTA, AVOLTA – Pergerakan produsen otomotif asal Cina di Indonesia mulai massif, seiring dengan banyaknya merek dan model yang dijual di pasar domestik. Strateginya pun berbeda dengan pabrikan Jepang, di mana Tiongkok fokus menggarap segmen elektrifikasi mengedepankan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
Merek Jepang masih fokus memanfaatkan zona nyamannya di segmen mobil berbahan bakar konvesional, meski mulai dibumbui teknologi hibrida, hibrida-plug-in, dan mobil listrik murni, untuk bisa bersaing dengan Cina.
Secara data, khususnya merujuk pada jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) selama pameran otomotif GIIAS 2024, merek Cina yang ikut pagelaran ini mendulang kesuksesan, karena rata-rata melaporkan di atas 1.000 SPK.
Pembahasan dimulai dari merek Wuling yang selama 11 hari pameran GIIAS 2024 mencatatkan total pemesanan sebanyak 2.301 unit dan hampir 80 persen didominasi mobil listrik.
“Ini merupakan bukti nyata dari kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan inovasi yang Wuling hadirkan hingga memasuki tahun ketujuh di Indonesia,” kata Senior Manager Marketing Strategy Wuling Motors Ricky Christian dalam pernyataan resminya.
Chery juga ikut cetar dengan raihan total SPK mencapai 1.009 unit atau diklaim meningkat 75% dibandingkan GIIAS 2023. GAC Aion mencatatkan pemesanan sebanyak 1.118 unit meski baru kali pertama diperkenalkan ke Indonesia sekitar tiga bulan lalu.

Sementara itu, Neta membukukan peningkatan jumlah pemesanan lebih dari 100 persen dibandingkan GIIAS 2023, dengan jumlah surat pemesanan yang diterima mencapai 327 unit untuk model Neta V-II dan prapemesanan model Neta X.
Merek lainnya, DFSK-Seres, mencatatkan total pemesanan sebanyak 546 unit dengan 90% di antaranya merupakan lini mobil listrik, baik lini kendaraan komersial, yakni DFSK Gelora E maupun mobil perkotaan Seres E1. Selanjutnya, MG berhasil mencatatkan angka penjualan yang signifikan dengan mencapai 1.518 unit.
Bukan cuma mobil listrik, performa bagus ini juga merambat ke merek Cina yang fokus menjual mobil berbahan bakar konvesional, yaitu BAIC yang total penjualan di GIIAS 2024 diklaim tembus 136 unit.
Tentunya performa penjualan merek Cina di GIIAS 2024 ini mulai menggangu zona nyaman para produsen otomotif Jepang. Sebab, total penjualan mobil baru secara nasional masih jalan di tempat diangka 1 jutaan unit, sementara merek otomotif jumlahnya terus bertambah.
Melihat SPK merek Jepang di GIIAS 2024 jumlahnya beragam, seperti Honda mencatatkan pemesanan sebesar 1.861 unit di GIIAS 2024, turun dari GIIAS tahun lalu yang mencatat penjualan 1.992 unit.
Mitsubishi mencatatkan total 3,353 SPK selama 11 hari berjalannya pameran, dan Toyota mengklaim tembus 6.202 unit, sementara Suzuki mencapai 1.705 spk, dan Daihatsu hanya 539 unit.
