BYD Mulai Banting Harga di Thailand

BANGKOK, AVOLTA – BYD menerapkan strategi banting harga di Thailand, untuk menarik minat konsumen di Tengah persaingan yang begitu ketat. Diskon yang diberikan pun sangat besar atau mencapai ratusan juta rupiah.

Tapi kebijakan ini justru mendapatkan kecaman dari konsumen BYD yang membeli lebih awal atau pembeli lama, karena mereka merasa dirugikan.

“Tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini. Saya beli Atto 3 sebelumnya dijual 1,19 juta baht atau setara Rp530 juta, tapi sekarang dijual seharga 859.000 baht atau setara Rp383 juta,” kata seorang konsumen BYD di Facebook.

Alhasil, lembaga perlindungan konsumen Thailand menerima 70 keluhan Kebijakan tersebut membuat beberapa konsumen merasa dirugikan sebab membayar lebih saat membeli mobil BYD.

Perdana Menteri Srettha Thavisin sampai ikut angkat bicara. Dia meminta CEO BYD, Wang Chuanfu, untuk mengelola ekspektasi pelanggan terkait harga dan memastikan perlindungan bagi pembeli lokal.

Akhirnya, Chuanfu pun bertemu dengan Srettha karena ketika itu bos besar BYD itu lagi ada di Thailand dalam rangka peresmian pabrik pertama BYD di ASEAN.

Juru bicara pemerintah mengatakan, Wang Chuanfu berjanji akan memberikan jaminan bahwa harga di masa depan akan sesuai dan pelanggan yang terdampak dan akan mendapatkan dukungan.

CATEGORIES
TAGS