Home Cerita Populasi Mobil Listrik Bekas Masih Sedikit di Indonesia

Populasi Mobil Listrik Bekas Masih Sedikit di Indonesia

3
0
Wuling Berikan 50 Unit Air ev untuk KTT ASEAN 2023
Wuling Berikan 50 Unit Air ev untuk KTT ASEAN 2023 (Ist)


JAKARTA, AVOLTA –
Pasar mobil listrik di Indonesia sudah mulai berkembang cukup pesat. Namun, jika dilihat dari pasar mobil bekas, kendaraan listrik ini sudah mulai tersedia, namun polullasi masih sangat sedikit.

Dijelaskan Agung Iskandar, Direktur PT Tobagus Indonesia, populasi mobil listrik bekas saat ini hanya sebesar 1 persen dari populasi keseluruhan.

“Mobil listrik bekas sudah ada, tapi proporsinya sedikit. Dari data OLX, mobil listrik itu cuma 1 %. Kalau dilihat lebih dalam lagi itu sesuai dinamika pasar dan populasinya di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya,” ujar Agung, di sela-sela media gathering, Rabu (16/5/2024).

Agung menjelaskan, populsi mobil listrik bekas kemungkinan akan terjadi dalam 3 sampai 7 tahun kedepan. Pasalnya, mobil listrik baru diperkenalkan di Indonesia kurang lebih 2 sampai 2,5 tahun belakangan. Jadi akan ada waktu dari mobil baru ke bekas berdasarkan data.

“Contoh 5 tahun lalu Xpander sempet hype penjualan mobil baru salah satu tertinggi. Tapi tren di mobil bekas butuh waktu 2 sampai 3 tahun,” kata Agung.

Sebagai informasi, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) total penjualan mobil listrik secara wholesales mencapai 69.763 unit sepanjang 2023, naik 237,31% dibandingkan capaian 2022.

Rinciannya untuk mobil listrik baterai atau battery electric vehicle (BEV) sebanyak 17.058 unit, hybrid (HEV) sekitar 52.568 unit, dan plug-in hybrid (PHEV) sebanyak 137 unit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here