Penjualan Mobil dan Motor Baru Lemes Awal 2024

Menter Keuangan Sri Mulyani berada di balik kemudi mobil listrik Toyota Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juli 2019. ANTARA
JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil dan sepeda motor baru awal tahun 2024, tepatnya Februari sedikit lesu jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Contoh, penjualan mobil secara wholesales bulan lalu turun 18,8 % atau hanya 70.657 unit dan motor drop 2,92 % atau 558.685 unit.
Dalam konferensi Pers APBN Kita Edisi Maret 2024 Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan penjualan mobil dan motor masih mendapatkan tekanan, meski kondisi masyarakat cukup optimis kalau perekonomian Indonesia akan pulih di tahun 2024 ini.
Sri Mulyani merujuk pada Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang masih ekspansif pada Februari 2024.
“Hal ini berarti untuk pembelian barang yang bertahan lama seperti mobil mengalami tekanan, meskipun konsumen confident masih relatif kuat. Ini yang perlu kita jaga dari sisi keeseimbangan dan bacaan terhadap consumer confident,” tutur Sri Mulyani di Jakarta, Senin (25/3/2024).
Sri Mulyani mengatakan, prospek pertumbuhan perekonomian dalam jangka pendek masih cukup kuat dan resilient seiring IKI yang masih menunjukan level ekspansif. Selain itu, Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia juga masih ekspansif.
