VinFast Masih Rugi Rp 8,6 Triliun

Kendaraan listrik VinFast (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Produsen mobil VinFast terus melebarkan sayap masuk ke negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Namun, jenama asal Vietnam ini, ternyata belum sepenuhnya stabil bermain di industri otomotif, karena masih mencatatkan kerugian pada kuartal keempat 2023.
Disitat dari Vietnamplus, dalam laporan bisnisnya pada kuartal keempat 2023, VinFast mencatatkan pendapatan sebesar US$ 437 juta. Jumlah tersebut, naik 133 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, jika ditotal satu tahun penuh, pada tahun fiskal 2023, VinFast melaporkan pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar atau meningkat 91 persen dibanding 2022.
Sedangkan kerugian kotor VinFast sendiri, tercatat sebesar US$ 174,9 juta pada kuartal keempat 2023, dan US$ 551,6 juta atau setara Rp 8,6 triliun pada fiskal 2023.
Berdasarkan jumlah unit yang terjual, pada 2023, VinFast menyediakan sebanyak 34.855 unit mobil listrik, yang meningkat 48 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu VinFast juga menjual 72.468 unit motor listrik pada tahun lalu.
Dengan semakin banyaknya unit kendaraan listrik yang dijual oleh Vinfast, maka perusahaan berhasil menurunkan kerugian, dan meningkatkan keuntungan yang dapat dikaitkan dengan optimalisasi manajemen biaya.
