Usai Ditangguhkan, Daihatsu Lanjutkan Ekspor ke 60 Negara

Jejeran Unit Produksi Daihatsu bermerek Toyota di Fasilitas Vehicle Logistic Center, Sunter siap ekspor ke mancanegara. (ADM)
JAKARTA, AVOLTA – Daihatsu Motor Co,. Ltd sempat menangguhkan ekspor mobil Daihatsu dari Indonesia ke sejumlah negara akibat skandal uji keselamatan. Tapi situasi itu tidak berjalan lama, karena per 26 Desember 2023 PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengaku kembali melanjutkan mengirim unit ke luar negeri.
Berdasarkan keterangan resmi yang ditulis, Selasa (2/1/2024), ADM memastikan seluruh produk kendaraan Daihatsu yang diproduksi di Indonesia sudah memenuhi regulasi.
“Daihatsu Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. ADM sebagai produsen otomotif dengan kapasitas produksi terbesar sangat menjunjung tinggi dalam memberikan produk terbaik kepada pelanggan dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan,” tulis ADM.
Terkait proses sertifikasi, ADM juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan otoritas pemerintah sebagai pemangku kepentingan dan penentu proses homologasi di Indonesia.
Sejalan dengan keamanan produksi di Indonesia, ADM juga telah melakukan konfirmasi dan regulasi keamanan yang berlaku di negara tujuan ekspor lainnya. Maka dari itu produk Daihatsu yang diproduksi di Indonesia akan diekspor secara bertahap sejak 26 Desember 2023 ke lebih dari 60 negara tujuan ekspor.
“Saat ini, kami telah mendapatkan konfirmasi dari otoritas sebagian besar negara tujuan ekspor, bahwa ADM sudah memenuhi regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor tersebut,” tulis ADM lagi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Taufiek Bawazier, mengatakan ADM telah bertemu Kementerian untuk memberi penjelasan terkait dengan skandal manipulasi uji keselamatan di Jepang.
Menurut dia, produksi pabrik ADM yang berada di Indonesia terjamin secara kualitas dan keselamatannya.
“Saat ini produksi Daihatsu di Indonesia tidak mengalami masalah secara kualitas dan kuantitas. Skandal yang terjadi di Jepang tidak memberikan pengaruh langsung terhadap pabrikan yang ada di Indonesia,” kata Taufiek dalam keterangan resminya.
