Tahun Depan Penjualan Kendaraan Listrik Lebih Subur

Ilustrasi colokan cas mobil listrik Honda e. (Honda)
JAKARTA, AVOLTA – Penyerapan insentif dan subsidi kendaraan bermotor listrik tahun ini belum maksimal. Alhasil tahun 2024 pemerintah akan mengoptimalkan pemberian bantuan kepada masyarakat yang membeli mobil dan sepeda motor listrik.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Rachmat Kaimuddin menuturkan, penjualan mobil listrik dan motor listrik tahun ini belum sesuai yang diharapkan atau hanya tumbuh 1%.
“Tentunya pertumbuhan ini terus berkembang dari tahun ke tahun, termasuk tahun depan akan lebih banyak lagi,” jelas Rachmat belum lama ini di Jakarta.
Dalam merangsang pasar untuk menggunakan kendaraan listrik, menurut Rachmat pemerintah telah meluncurkan program insentif mulai September 2023, yang akan berlangsung dalam dua periode. Insentif ditunjukkan ke satu juta motor dan 100.000 mobil listrik.
Target yang ditentukan sampai 2030, yaitu mobil listrik bisa terjual 2 juta unit dan 12 juta unit motor listrik.
“Kami berikan bantuan pemerintah dan insentif fiskal yang memenuhi TKDN 40%. Untuk produsen yang sudah memenuhinya silahkan mengajukan. Saat ini sudah ada beberapa puluh pabrik tapi yang memenuhi TKDN sekitar 15%,” ujar Rachmat.
